Bawaslu Dairi Hentikan Pengusutan Kasus Penyalahgunaan C-6 Orang Meninggal Dunia

Bawaslu Dairi menghentikan pengusutan kasus penyalahgunaan formulir C-6 oleh dua pemuda di TPS 02 Jalan Tembakau, Kelurahan Sidikalang Kota.

Bawaslu Dairi Hentikan Pengusutan Kasus Penyalahgunaan C-6 Orang Meninggal Dunia
Tribun Medan/Dohu Lase
Ketua Bawaslu Dairi, Jadi Surirang Berutu (tengah) ditemani Koodinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Pemilu, Pandapotan Rajagukguk (kanan) menerangkan hasil capaian penanganan kasus-kasus yang masuk ke pihaknya selama tahapan tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019, Jumat (17/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bawaslu Dairi menghentikan pengusutan kasus penyalahgunaan formulir C-6 oleh dua pemuda di TPS 02 Jalan Tembakau, Kelurahan Sidikalang Kota, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi yang terjadi saat hari pencoblosan, Rabu 17 April lalu.

Alasannya, karena tidak cukup unsur.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Pemilu Bawaslu Dairi, Pandapotan Rajagukguk mengungkapkan, pasal yang digunakan adalah Pasal 533 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal tersebut menentukan, setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan/atau memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu TPS atau lebih, dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan dan denda paling banyak Rp18 juta rupiah.

Berdasarkan hasil selidik, kata Pandapotan, kedua terduga pelaku belum sempat mempergunakan C-6 tersebut untuk mencoblos.

"Ada yang harus dipenuhi unsurnya, yaitu mengaku sebagai orang lain dan melakukan pencoblosan. Hasil klarifikasi terhadap personel KPPS TPS 02, kedua terduga pelaku ternyata belum melakukan pencoblosan," ungkap Pandapotan.

Pandapotan kemudian meluruskan, pemilik nama pada formulir C-6 yang dipegang kedua pelaku belum meninggal dunia, melainkan pindah domisili.

"Itu (meninggal dunia) kan isu yang beredar di masyarakat," ujarnya.

Pandapotan menuturkan, kedua terduga pelaku masing-masing berinisial HAB (17) dan PB (19).

Formulir C-6 yang dipergunakan kedua terduga pelaku ialah milik marga Sihombing dan marga Kudadiri.

Halaman
123
Penulis: Dohu Lase
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved