Dosen Politik Ini Beranggapan Kota Siantar Harus Ikut Pilkada Serentak 2020

Agus mengharapkan Komisi Pemilihan Umum tetap mengacu kepada Undang-Undang Pilkada Serentak.

Dosen Politik Ini Beranggapan Kota Siantar Harus Ikut Pilkada Serentak 2020
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Kantor KPU Pematangsiantar 

TRIBUN-MEDAN.com - Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada Serentak, Kota Pematangsiantar layak masuk dalam bursa Pilkada serentak 2020.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Suriadi saat dihubungi via seluler, Jumat (17/5/2019).

Dosen Ilmu Sosial dan Politik USU ini mengatakan, Siantar mengikuti Pilkada susulan pada tahun 2016 karena force majeure (peristiwa terjadi di luar kemampuan manusia).

"Jadi sebenarnya harus. Siantar telah mengikuti prosedur pilkada serentak tahun 2015. Maka Siantar harus tahun depan (2020)," ujarnya.

Agus mengharapkan Komisi Pemilihan Umum  tetap mengacu kepada Undang-Undang Pilkada Serentak. Ia menilai banyak hal yang akan dirugikan jika Kota Siantar dilaksanakan pada tahun 2024.

"Namun tetap fatwanya ke KPU lagi yang menentukan," katanya.

Agus mengatakan, jika Siantar menggelar Pilkada pada tahun 2024, maka akan ada pejabat sementara yang ditunjuk pemerintah provinsi. Pejabat sementara yang ditunjuk selama dua tahun tentu berdampak pada pembangunan Kota Siantar.

"Ini jadi persoalan Siantar. Masyarakat dirugikan atas pembangunan. Merugikan masyarakat Siantar. Ini jadi susah. Suara rakyat itu trennya kemana. Pastinya produk pemilihan rakyat,"katanya.

Saat disinggung ada kerugian yang dialami Wali Kota Siantar Hefriansyah karena masa bakti habis tahun 2022, Agus menilai bukan masalah. Ia meminta Wali Kota Siantar Hefriansyah untuk tidak mementingkan diri sendiri.

"Kalau masyarakat sudah ingin melahirkan pimpinan baru. Mekanisme itu harus dilalui,"ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah mengungkapkan ada 269 daerag yang turut serta dalam bursa Pilkada serentak 2020. Angka tersebut merupakan daftar tahun 2015, termasuk Kota Pematangsiantar.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved