Pengamat: Anggota Dewan Bolos Ngantor karena Malu Tidak Lolos

"Kalau enggak kunker, enggak ada duit. Cemana lagi?" kata Nezar Djoeli.

Pengamat: Anggota Dewan Bolos Ngantor karena Malu Tidak Lolos
TRIBUN MEDAN
Sejumlah anggota DPRD Sumut mengikuti Rapat Paripurna di antara bangku yang tak terisi di gedung DPRD Sumut, Medan, Sumatera Utara, Senin (1/4/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN MEDAN.com-Pengamat politik dan Dekan FISIP USU Muryanto Amin sebut anggota dewan yang tidak terpilih lagi menjadi wakil rakyat bolos masuk kantor lebih memilih menghindar karena malu mengetahui dirinya tak lolos.

"Tidak menerima kekalahan, pastinya malu. Tidak hadir mereka itu proses untuk menerima kekalahan.
Menghindar untuk datang, dan membutuhkan proses waktu," katanya, Jumat (17/5/2019).

Jika kejadian seperti ini berlangsung berlarut-larut, katanya, tentu buruk di mata publik. Masyarakat dapat menilai bagaimana kualitas para anggota DPRD.

Nezar A Djoeli politisi dari Partai Nasdem, dari komisi A DPRD Sumut yang tidak berhasil duduk kembali mengak, akan tetap terus bekerja karena masih memanfaatkan gaji.

"Kalau enggak, dari mana dapat duit kita? Kan ini lumayan. Kalau enggak kunker, enggak ada duit. Cemana lagi?" katanya, melalui sambungan telepon genggam.  

"Saya masih ngantorlah, tetapi sampai September nanti," jelasnya. 

"Tapi saya fokus pada kegiatan barulah, untuk melanjutkan kehidupan yang baru," ucapnya.

Ia juga mengatakan, sudah menunjukkan kerja selama menjadi anggota dewan, akan tetapi dirinya pasrah tidak terpilih kembali. (cr19/tribun-medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved