Wali Kota Siantar Ajak Warga Tolak Aksi People Power, Pimpinan Gereja dan MUI: Tetap Jaga Kerukunan

Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah memberikan tanggapan tentang gerakan people power yang mulai didengungkan.

Wali Kota Siantar Ajak Warga Tolak Aksi People Power, Pimpinan Gereja dan MUI: Tetap Jaga Kerukunan
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah saat ditemui, waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera mengumumkan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden serta legislatif.

Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah memberikan tanggapan tentang gerakan people power yang mulai didengungkan.

Hefriansyah mengimbau warga Kota Pematangsiantar untuk tidak ikut dalam gerakan people power.

"Saya imbau kepada masyarakat kota Pematangsiantar agar jangan ikut-ikutan melakukan gerakan inkonstitusional. Apalagi ini bulan Ramadan,"ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Siantar, Jumat (17/5/2019).

Sekretaris Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Pematangsiantar Janter Aruan juga menyerukan agar masyarakat menolak untuk melakukan gerakan inkonstitusional.

“Kami Pimpinan BKAG Kota Pematangsiantar dan juga mengajak masyarakat Kota Pematangsiantar supaya menolak People Power,”ujarnya.

Kata Janter pemilihan umum yang telah berlangsung ini telah berjalan dengan kondusif. Seluruh pelaksanaan sudah berjalan sesuai koridor. Janter berharap masyarakat jangan terhasut dengan oknum yang ingin memecah belah bangsa.

“Mohon Bapak Kapolri, maupun Kapolres Siantar dan Aparat Penegak Hukum melakukan penindakan tegas bagi oknum oknum yang melanggar hukum, mendahulukan kekuatan, mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan dengan mengabaikan proses hukum yang berlaku,”ujarnya.

Untuk Pemilu di Kota Siantar, Janter menilai sudah berjalan dengan kondusif.

“Kami Pimpinan BKAG Kota Pematangsiantar mengimbau semua lapisan masyarakat baik yang Kristen maupun Non Kristen supaya tetap tertib hingga tanggal 22 Mei 2019 nantinya. Jangan mau termakan hoax. Apapun nanti hasilnya harus kita hargai dan hormati sebagai hasil suara demokrasi. Kita ini saudara,”ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar Muhammad Ali Lubis meminta masyarakat Siantar untuk tidak terpengaruh mengikuti gerakan yang digaungkan oleh sekelompok orang tersebut.

"Kita mengimbau kepada peserta Pemilu, terima dengan hasil yang dibacakan oleh KPU pada pada 22 Mei nanti. Kepada KPU kita juga memohon untuk mengumumkan hasil-hasil yang telah m sesuai prosedur,"ujarnya.

Muhammad Ali Lubis mengharapkan tidak ada tindakan yang meganggu kerukunan yang sudah lama terjalin.

Dikatanya, apabila ditemukan adanya penyimpangan atau pelanggaran dalam pemilu dapat diselesaikan melalui mekanisme yang ada. Bukan menggerakkan masa people power.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved