Warga Deliserdang Antusias Datang ke Pasar Murah, Berharap Digelar Lebih Sering

Enam produk dipasarkan oleh Pemkab Deliserdang pada pasar murah yang diselenggarakan di dua puluh kecamatan.

Warga Deliserdang Antusias Datang ke Pasar Murah, Berharap Digelar Lebih Sering
Tribun Medan/Indra Gunawan
Warga mendatangi pasar murah yang ada di PPPUD Tanjung Morawa Jum,at, (17/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Enam produk dipasarkan oleh Pemkab Deliserdang pada pasar murah yang diselenggarakan di dua puluh kecamatan, Jumat, (17/6/2019). Enam produk itu berupa beras, tepung terigu, gula, minyak goreng dan dua jenis sirup. Harganya jauh dari harga pasaran.

Sesuai data yang dihimpun, untuk beras ukuran 10 Kg dijual dengan harga Rp 80 ribu. Sementara untuk tepung terigu segitiga biru ukuran kemasan 2 kg Rp 15 ribu, gula sugar O ukuran 2 Kg Rp 20.500.

Untuk minyak goreng Bimoli ukuran 2 liter dibandrol hanya dengan harga Rp 21 ribu dan untuk sirup kurnia satu botolnya Rp 15.500 dan sirup sarang tawon 1 botol Rp 14.000.

Minat warga untuk membeli segala produk yang ditawarkan sudah tampak disaat Kamis, (16/5) sore tepatnya di area komplek Pusat Promosi Produk Unggulan Daerah (PPPUD) yang ada di Tanjung Morawa.

Pantauan Tribun Medan, begitu diresmikan beberapa wargapun langsung membeli seluruh produk yang dipajang karena harga untuk satu paketnya di total hanya Rp 166 ribu.

Antusiasme tidak hanya terlihat di Tanjungmorawa namun juga di Kecamatan Lubukpakam Jum,at pagi. Lokasi pasar murah tampak dibuat di ruang aula kantor Camat. Beberapa warga bahkan terlihat naik becak mendatangi kantor Camat untuk membeli produk ini.

"Kalau bisa pasar murah jangan hanya mau Lebaran saja tapi disaat harga-harga naik ada pasar murah," kata Ani salah satu warga.

Meski banyak yang datang ke pasar murah ini namun banyak juga warga yang merasa tidak mendapat informasi. Dari tahun ke tahun tidak pernah warga mendapatkan informasi sehingga tidak pernah membeli produk yang ditawarkan oleh Pemkab. Disebut selama ini Pemerintah desa tidak pernah menginformasikan kepada masyarakat.

"Kalau di Kantor Camat pelaksanaannya dari tahun ke tahun ya cemana mau tau. (Pemerintah) Desa saja tidak pernah bilang, maunya disosialisasikanlah jadi warga bisa datang. Ataupun pasar murah itu dibuat di desa-desa jadi semua kedapatan. Kalau di Kantor Camat ya orang-orang tertentu sajalah yang tau,"ujar Supardi salah satu warga. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved