Film Andi Hutagalung Bersaing Ketat di Piala Maya 2012

Film dokumenter karya sineas Sumatera Utara Andi Hutagalung, Perm

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik

TRIBUN-MEDAN.com-MEDAN - Film dokumenter karya sineas Sumatera Utara Andi Hutagalung, Permata di Tengah Danau bersaing dalam ajang Piala Maya 2012.

Ini merupakan kesempatan ketiga film tersebut mendapatkan penghargaan prestisius dalam tahun ini setelah sebelumnya menjadi jawara di Festival Film Dokumenter Bali dan Festival Film Dokumenter Internasional.

Andi Hutagalung yang dihubungi Tribun, Jumat (14/12/2012) enggan menilai kans filmnya menjuarai salah satu kategori di ajang yang disebut-sebut sebagai Golden Globe-nya Indonesia itu. Pengumuman pemenang rencananya berlangsung Sabtu (14/12/2012) besok di SAE Institut, FX Jakarta.

"Aku serahkan ke juri sajalah. Persaingannya ketat," kata pria yang akrab dipanggil Galung itu sambil tertawa. 

Film Permata di Tengah Danau bersaing dengan enam film dokumenter lainnya seperti Merajut Bambu 1000 Candi untuk Kemanusiaan, Cerita dari Tapal Batas, dan Negeri di Bawah Kabut karya Shalahudin Siregar yang Agustus lalu diputar pada Toronto International Film Festival.

Berbeda dengan ajang lainnya, Piala Maya melibatkan seratus juri dari berbagai latar belakang untuk penilaiannya.

Galung mengatakan, dirinya telah menyaksikan kandidat-kandidat lainnya dan mengaku sangat terkesan.

Film Permata di Tengah Danau sendiri mengangkat kisah anak-anak di Pulau Samosir yang serba minim fasilitas belajar namun mampu kritis melihat situasi lingkungannya karena dibimbing para aktivis lingkungan di Sopo Belajar. (ton/tribun-medan.com)

Penulis: Liston Damanik
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved