Breaking News:

PSMS Kalah 2-3 Lawan Persipasi

Dibungkam Tipuan Mennoch

Tuan rumah Persipasi mengakhiri rekor tak pernah kalah PSMS sejak ditangani Suharto.

Editor: Tariden
Dibungkam Tipuan Mennoch
TRIBUN MEDAN/TAUFAN WIJAYA
Pelatih PSMS Suharto memberi instruksi pada pemainnya.
Laporan wartawan Tribun Medan/Randy P Hutagaol/Budi Warsito
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rekor tak pernah kalah yang dicatat Suharto AD sejak membesut PSMS menggantikan Rudi Wiliam Keltjes akhirnya pecah.
Bermain di Stadion Patriot, Bekasi, pada laga lanjutan kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama 2010-2011, Jumat (25/2), PSMS Medan ditekuk tuan rumah Persipasi 2-3.
Gol penentu kemenangan Persipasi dicetak Stephan Nagbe Mennoch melalui titik putih di menit 60.
Gol penalti inilah yang memicu kontroversi. Wasit Ahmad Suharya memberikan hukuman ini setelah menilai Mennoch dijatuhkan Putra Habibi saat berebut bola di kotak penalti.
Menurut Suharto, pemain berkebangsaan Liberia itu cuma tersentuh sedikit, namun jatuh seolah-olah mendapatkan tackling keras.
"Lucunya wasit mengesahkan diving itu. Saya tak bisa memastikan apakah dia tertipu ulah Mennoch atau memang ada sebab lain," kata Suharto yang dihubungi Tribun melalui sambungan telepon dari Medan usai pertandingan.
Kekecewaan juga dilontarkan Kapten PSMS Medan M Affan Lubis.
Menurut Affan, Habibi sama sekali tidak melakukan pelanggaran.
Jika pun itu dianggap wasit sebagai pelanggaran, maka seharusnya yang diberikan pada Persipasi adalah tendangan bebas, bukan penalti.
"Kejadiannya di luar kotak penalti. Mennoch bahkan jatuhnya hampir satu meter di luar kotak. Kami tak habis pikir bagaimana bisa wasit yang berada dekat tempat kejadian menunjuk titik putih," kata Affan.
Kubu PSMS Medan memang menaruh kecurigaan besar pada kepemimpinan wasit.
Sekretaris tim PSMS Fityan Hamdy dalam press conference usai pertandingan mengungkap bahwa sebelum pertandingan digelar, seorang oknum pengurus teras Persipasi berinisial AS bertemu dengan wasit Ahmad Suryana di penginapannya di Hotel Bunga Karang, Bekasi.
"Saya tidak tahu apa yang dibicarakan. Mungkin saja hal-hal lain. Namun yang jelas, dalam aturan PSSI disebutkan secara jelas bahwa jelang pertandingan wasit tidak boleh ditemui siapa pun, terlebih-lebih pihak tuan rumah," kata Fityan.
Striker Muda
Terlepas dari kekalahan yang dialami PSMS, laga versus Persipasi kemarin menjadi momen yang spesial bagi Rinaldo, striker muda yang selama putaran pertama lalu hanya menjadi bayang-bayang Gaston Castano dan Kurniawan Dwi Julianto.
Meski baru masuk di babak kedua menggantikan Mahadi yang ternyata lebih dipilih Suharto mendampingi Gaston, Rinaldo sempat memunculkan harapan bagi kubu Ayam Kinantan lewat lesakannya di menit 46.
Sebelumnya, PSMS membuka keunggulan melalui Rahmad di menit 23, yang kemudian disamakan Emalue Serge sepuluh menit berselang.
Secara umum laga berlangsung berimbang. Bahkan setelah Persipasi menyamakan skor menjadi 2-2 lewat gol Mansyur di menit 59, pertandingan memanas oleh serangan silih berganti yang dilancarkan kedua kesebelasan.
"PSMS bermain sangat baik, kerja sama bagus dengan pressure and cover. Kami juga lebih mendominasi penguasaan bola. Tapi itu tadi, sangat disayangkan, pertandingan menarik ini harus ternoda karena sikap wasit yang tidak menjunjung sportifitas," katanya.
Kecaman juga datang dari Manajer PSMS Medan Idris.
"Kita bukannya mencari-cari kesalahan. Tapi wasit jelas sangat merugikan kita. Bisa dibilang pada pertandingan ini, yang mengalahkan PSMS bukan Persipasi, tapi wasit. Tapi sudahlah, kita lupakan kekalahan ini. Lebih baik kita persiapkan diri untuk menghadapi pertandingan lawan Persita," katanya.
Pada laga kemarin PSMS belum bisa menurunkan gelandang asing Almiro Valaderes. Berkas Almiro yang sebelumnya disebutkan sudah rampung, ternyata masih bermasalah. Namun dipastikan pada pertandingan berikut versus Persita Tangerang Senin (28/2) mendatang, pemain berkebangsaan Brazil ini sudah bisa merumput.(raf/bew)
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved