Medan Chiefs Bantai Real Mataram
Medan Chiefs Deliserdang membantai tamunya Real Mataram 3-0 di Stadion Baharuddin Siregar
Laporan Wartawan Tribun Medan/Fahrizal Fahmi Daulay
TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Medan Chiefs Deliserdang membantai tamunya Real Mataram 3-0 di Stadion Baharuddin Siregar, Minggu (27/2). Namun sayang kemenangan ini harus membuat pemain asal Maroko Abdel Hadi Laakkad pingsan di tengah lapangan akibat cuaca panas.
Laakkad harus ditandu keluar lapangan setelah mencetak gol ke tiga karena pingsan di tengah lapangan. Jorg Peter Steinebruner pelatih Medan Chiefs membantah bahwa pemain itu tumbang karena pemain lain yang menindihnya seusai mencetak gol.
Menurut Jorg pemainnya itu tumbang karena cuaca panas. Ia mengungkapkan pertandingan tidak seharusnya dilaksanakan pada pukul 15.30 Wib dimana cuaca masih dalam keadaan panas terik. “seharusnya pertandingan dimainkan paling tidak dibawah pukul 4 sore, atau dibawah itu,” kata pelatih asal Jerman itu.
Pada menit ke 16 gol tercipta, Bryan Bono Brard membawa Medan Chiefs unggul lebih dulu. Memanfaatkan umpan sesama kompatriotnya asal Belanda Ferd Pasaribu dari sisi kanan pertahanan Real Mataram Bryan menyundul bola masuk ke gawang Real Mataram yang dikawal Arik Bachtiar.
Kemudian pertandingan berjalan seimbang Medan Chiefs dan Real Mataram saling menyerang, hingga turun minum gol belum juga tercipta.
Memasuki babak ke dua Medan Chiefs mengandalkan pemain yang baru didatangkan asal Singapura, Shahril Ishak membayar tuntas kepercayaan pelatih Jorg dengan mencetak gol ke dua pada menit ke-66. Tendangan kerasnya menghujam ke gawang Real Mataram tanpa mampu dihalau oleh kiper.
Pada menit ke 87 Laakkad membawa keunggulan Medan Chiefs menjadi 3-0. Namun sayang kemenangan ini harus dibayar mahal, setelah mencetak gol Laakkad harus ditandu ke luar lapangan karena terlihat pingsan dan tidak sadarkan diri.
Saat setelah gol tercipta terlihat pemain lain merayakan dengan menumpuk badan dan Laakkad tepat berada dibawah pemain lain, namun setelah berjalan tiga langkah Laakkad terlihat tidak dapat menahan keseimbangan tubuhnya dan jatuh pingsan.
Jorg yang dikonfirmasi dalam konfrensi persnya mengatakan kondisi Laakkad baik-baik saja. “Laakkad memiliki fisik yang luar biasa, saya tahu karena sudah bersama dia selama 4 tahun di Singapura,” ujarnya.
Menurut Jorg harusnya pertandingan tidak dimulai saat jam dimana matahari masih terlihat terik dan panas. “ini sangat berbahaya bagi pemain, kerena bisa membuat pemain cepat kelelahan,” katanya.
Namun secara keseluruhan pertandingan pelatih Real Mataram Jose Horacio Basualdo asal Argentina malah memuji kerja keras para pemain Medan Chiefs. Ia mengatakan kali ini mereka mendapatkan lawan yang tangguh.
“Pada pertandingan ini kami mendapatkan lawan yang tangguh, Medan kali ini benar-benar bermain luar biasa,” kata Basualdo.