Timnas U-23 Sea Games

Irfan Raditya Dari Medan Menembus Timnas

Dekade 1960-1970 an pemain-pemain asal Medan selalu mengisi skuad tim nasional Indonesia.

Tayang:
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dekade 1960-1970 an pemain-pemain asal Medan selalu mengisi skuad tim nasional Indonesia. Setelah terhenti cukup lama, generasi pemain Medan berbaju merah putih dilanjutkan punggawa PSMS era pertengahan 2000-an.

Sebutlah nama-nama seperti Mahyadi Panggabean, Legimin Raharjo, Saktiawan Sinaga, dan Markus Haris Maulana. Juga sebelum tercatat nama Hari Saputra. Dari kelima nama ini, tinggal Markus yang bertahan. Apakah era emas pemain-pemain asal Medan sudah berakhir?

Tidak! Pemain Medan masih mampu menembus tim Garuda. Hanya memang mereka masuk dengan status bukan sebagai pemain PSMS Medan, PSDS Deli Serdang, Pro Titan atau klub asal Medan (Sumatera Utara secara umum). Nama paling anyar yang masuk adalah Irfan Raditya.

Pemain kelahiran Medan, 12 Juni 1988 yang sekarang tercatat sebagai pemain Arema Indonesia lolos seleksi memperkuat tim nasional U-23.

Irfan, atau akrab disapa Gullid oleh kawan-kawannya, mulai menunjukkan bakat besar menyepakbola sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD. Saat itu ia bergabung dengan SSB Generasi. Beruntung bagi Irfan, ketertarikannya pada sepakbola mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua dan keluarganya. Saat Irfan mulai serius bermain sepakbola, abangnya Garibaldi Nugroho sudah lebih menunjukkan potensi besar sebagai pesepakbola. Garibaldi antara lain pernah tercatat sebagai pemain profesional yang memperkuat PSDS.

"Dukungan keluarga ini juga yang kupikir menjadi faktor penting yang mendorong karier aku di bola. Dulu waktu masih latihan di SSB, tiap hari bapak yang ngantar jemput aku," katanya dalam obrolan dengan Tribun Medan, melalui sambungan telepon, Senin (15/3).

Selepas bergabung dengan PPLP (Diklat) Sumut, Irfan Raditya memulai karier profesionalnya dengan memperkuat Persiraja Banda Aceh. Lantas pindah ke PSDS. Saat itu usianya masih 17. Permainannya yang tak kenal kompromi namun berdasar pada teknik tinggi membuat pelatih kepala tim nasional ketika itu, Peter White, kepincut. Ia dipanggil masuk PSSI U-20. Sejak itu pemain spesialis bek kanan ini menjadi langganan tim nasional junior.

Apa harapan Irfan ke depan? Sebagai pesepakbola, ia tentu saja ingin memperkuat tim nasional senior Indonesia. Selain itu, bungsu empat bersaudara ini berharap dapat membahagiakan kedua orang tuanya.

biofile

Nama: Irfan Raditya
Lahir: 12 Juni 1988
Ayah: Suherman
Ibu: Sri Maryati
Posisi: Bek
Tinggi/Berat: 187 cm/80 kg
Pemain Idola: Garibaldi Nugroho, Zlatan Ibrahimovic
 
Karier Klub: PPLP Sumut, Persiraja Banda Aceh (2007 2008), PSDS Deli Serdang (2008 2009),  Arema Indonesia (2009 sekarang)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved