Teror Bom
Teroris Ingin Jaga Irama
Kendati satu persatu gembong teroris ditumpas Densus 88 Antiteror, kelompok Abdullah Sonata
Laporan Wartawan Tribunnews/Abdul Qodir
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Kendati satu persatu gembong teroris ditumpas Densus 88 Antiteror, kelompok Abdullah Sonata akan tetap menjaga irama eksistensinya dengan melancarkan aksi teror di tanah air. Salah satunya dengan bom buku.
"Kelompok Abdullah Sonata berusaha menjaga irama terhadap anggota mereka yang ditangkap dan anggota mereka yang sedang dikejar. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka eksis. Untuk ke publik, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka tak bisa dikalahkan," ujar pengamat terorisme, Dyno Cresbon saat dihubungi, Minggu (20/3/2011).
Bom buku ini juga pesan kepada kepolisian, bahwa mereka terus bergerak meski Abdullah Sonata akan dikonfrontir sebagai saksi untuk terdakwa Amir Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir dalam waktu dekat.
Menurut Dyno, saat ini kepolisian telah bekerja sungguh-sungguh menangani kasus bom buku ini, kendati belum ada koordinasi dan sumbangsih positif dari Badan Intelejen Negara (BIN) dan TNI. "Jangan sampai bahwa teroris iti hanya dikerjakan Polri. Kan teroris bukan hanya musuh Polri," katanya.
Namun, publik harus tetap menekan pemerintah untuk serius mengungkap dan menangkap para pelaku teror tersebut. "Teroris tidak akan selesai dengan hanya polisi dan pemerintah pidato, prescon, tapi teroris tidak ketahuan siapa. Masyarakat ingin pelaku ditemukan, ditangkap dan diadili. Kalau begini terus, yang rugi masyarakat, yang korban masyarakat," ujarnya.
Ketidakmampuan intelejen mendeteksi aksi teror belakangan hari terakhir, membuat masyarakat cemas dan khawatir. Ini mengakibatkan muncul berbagai spekulasi. "Ini jadi polemik. Jangan salahkan, kalai ada opini bahwa ini kerjaannya BIN, ini pembiaran, ini pengalihan isu. Seharusnya, dalam 2x24 jam, disampaikan ke publik, siapa pelakunya," imbuhnya.