Breaking News:

80 % Hasil UN Medan Curang

embantu Dekan I FKIP UMSU Elfrianto Nasution SPd MPd, memprediksi 80 persen sekolah di Medan melakukan kecurangan

80 % Hasil UN Medan Curang
TRIBUN JABAR/GEAFRY
MINTA MAAF - Siswi SMKN 4 Bandung, Jabar menangis saat meminta maaf kepada ibunya dan gurunya di Bandung, menjelang ujian nasional (UN) Sabtu (16/4).

Elfrianto mengaku menyaksikan sendiri satu sekolah di Medan
sengaja memerintahkan guru-guru datang ke sekolah pukul 05.00 WIB untuk menjawab soal UN. Jawaban itu kemudian disebarkan kepada siswanya melalui hape.

''Tahun lalu saat aku masih mengajar di satu SMA di Medan, aku temukan guru yang sudah datang ke sekolah pukul 05.00 WIB untuk menjawab soal UN. Tapi enggak usalah aku sebut sekolahnya,'' katanya saat ditemui Tribun, Sabtu (16/4).

Dia memprediksi kecurangan UN tahun ini makin tinggi lantaran sekolah mendapat porsi 40 persen untuk menentukan tingkat kelulusan. Ini rentan dimanfaatkan sekolah untuk melakukan pencucian rapor dan juga membocorkan soal-soal UAS yang disusun sekolah.

Elfrianto berharapkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut dan kabupaten/kota jangan menutup mata atas praktik kecurangan tersebut. Dia berharap pengawasan UN tak hanya roker antar sekolah (rayon), tapi sekolah tidak boleh tahu pengawasnya sekolah mana.

"Dalam pengawasan UN harus dilakukan sistem acak, sehingga sekolah tidak mengetahui dan mengenal pengawas," katanya. Ia juga meminta aparat kepolisian bisa menutup kemungkinan curang yang kerap terjadi beberapa jam sebelum ujian. Polisi sebaiknya datang ke sekolah pukul lima pagi dan bukan stand by pukul 08.00 WIB.

''Sebaiknya gerbang sekolah dibuka setelah pukul  07.00 pagi untuk siswa,'' katanya.Elfrianto juga menyarankan sebaiknya polisilah yang mendistribusikan naskah ke sekolah dan sesudah selesai ujian polisi pula yang membawa naskah dan lembar jawaban ke dinas pendidikan atau Unimed.

''Jangan sekolah  yang antar langsung naskah dan LJK," katanya.
Elfrianto menyarankan peserta UN harus tidur cukup agar tidak terlambat bangun. Kedua belajar hanya sebatas membaca buku kumpulan soal soal.
''Setelah tiba di sekolah, berdoa  menurut keyakinan masing-masing. Siswa harus berhati-hati dalam menulis identitas di LJK jangan sampai salah terutama kode naskah ujian,'' katanya.

Dia juga menyarankan peserta harus menyelesaikan soal yang dianggap mudah terlebih dahulu, selanjutnya usahakan setenang mungkin alias tidak terburu-buru saat menghadapi soal.

''Terakhir jangan terfokus akan ada bantuan dari teman atau yang lain.
Sebelumnya seorang siswi SMK Kartika I-I, mengaku dia dan teman-temannya sudah mendapat instruksi dari seorang guru akan memberikan jawaban UN melalui beberapa perwakilan siswa melalui pesan singkat (SMS). Selanjutnya siswa yang menerima jawaban UN ini akan menyebarkannya kepada teman lain.

"Kawan-kawan inilah yang nanti akan menyebarkan jawaban kepada kami sebelum UN dimulai," ujar pelajar pada Tribun, Kamis (14/4) malam.
Dia meminta identitasnya disamarkan dan tidak dipublikasikan.
''Kami enggak bayar kok,'' katanya.Namun, Evazelfi, Kepala Sekolah SMK Kartika I-I tidak berhasil dikonfirmasi Tribun. Berkali-kali nomor teleponnya dihubungi, tapi tidak diangkat. SMS yang dikirimkan pun tidak dijawab.
Yuswarsih, guru Bahasa Indonesia SMA Tunas Kartika I-I menegaskan peserta didik dan guru sekolahnya tak akan berbuat curang dengan membantu muridnya lewat SMS kunci jawaban. Perempuan yang telah 26 tahun mengabdi menjadi guru ini mengaku selalu mengingatkan murid-muridnya agar tidak mempercayai siapa pun yang berani menjamin kelulusan mereka.
"Jangan percaya SMS itu, kalian kenal dan tahu kepintaran orang yang mengirim jawaban itu. Baik guru maupun bimbingan belajar tak ada yang bisa menjamin," kata Yus, sapaan akrabnya, saat ditemui hendak olahraga di kawasan Lapangan Jasmani Kodam (Jasdam) Bukit Barisan, Gaperta,  Jumat (16/4) sore.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved