Ujian Nasional

Panitia Harus Datangi Siswa Yang Sakit

Kadis Pendidikan Kota Binjai melanjutkan tinjauan pelaksanaan Ujian Nasional

zoom-inlihat foto Panitia Harus Datangi Siswa Yang Sakit
TRIBUN MEDAN/AHMADI
Kadis Pendidikan kunjungan ke SMA Negeri 2 Binjai didampingi oleh Kepala Sekolah, pengawas, dan polisi melihat pelaksanaan UN, Selasa (19/4).
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Kadis Pendidikan Kota Binjai melanjutkan tinjauan pelaksanaan Ujian Nasional ke SMA Negeri 2 Binjai, Selasa (19/4).
 
Panitia dan pengawas Ujian Nasional SMAN 2 melaporkan Kepada Kadis Pendidikan Kota Binjai bahwa kualitas lembar jawaban Ujian Nasional kurang bagus.

"Lembar jawaban soal Ujian Nasional kualitasnya kurang bagus. Karena bentuk tulisaanya kabur jadi peserta ada yang resah takut tidak lulus," Ujar Kepala Sekolah SMA N 2 Binjai.

Pihak sekolah juga melaporkan ada satu peserta kelas IPA sedang sakit paru-paru. Pada hari pertama Ujian Nasional dirinya ikut namun tapi pada hari kedua dia tidak ikut UN karena opname di RSUD Djoelham Binjai.

Dwi Anang Wibowo mengatakan kepada panitia UN untuk melihat kondisi satu orang peserta Ujian Nasional SMAN 2 Binjai. Agar dia tidak melewati Ujian Nasional tahun ajaran 2010/2011. Kalau sudah diketahui kondisinya maka bisa dipersipakan berkas ujiannya untuk hari ketiga dengan dikawal oleh panitia, pengawas, dan polisi. Tapi polisi jangan masuk keruangan pasien yang sedang mengerjakan soal Ujian Nasional di RSUD Djoelham Binjai.

"Sedangkan untuk satu peserta yang tidak ikut Ujian Nasional karena dirawat di Rumah Sakit Djoelham Binjai. Pihak sekolah segera melakukan survei kelapangan untuk melihat kondisinya di Rumah Sakit. Jadi jangan sampai terlambat dia ikut ujian. Kalau memang dia bisa mengerjakan soal di Rumah Sakit, maka dia memiliki hak dan pihak sekolah. Panitia Ujian Nasional wajib melayani dan menemani dia mengerjakan soal UN," Ujarnya.

Rektor Unimed juga mengatakan pelaksanaan ujian di Kota Binjai berjalan sesuai prosedur standar oprasional Ujian Nasional. Sedangkan untuk masalah kekurangan soal yang terjadi di beberapa daerah terutama di Kota Binjai karena masalah pengepakan berkas ujian dari pusat. Sebenarnya tidak ada kekurangan soal karena setiap naskah soal Ujian Nasional berisi masing-masing 20 soal. Jadi tidak perlu ditakutkan ada kekurangan soal. Karena ada soal Ujian Nasional yang dijadikan cadangan. Pihak panitia dan pengawas juga jangan mengambil tindakan diluar prosedur apalagi memfotokopi soal Ujian Nasional.

"Saya sudah melakukan tinjauan di dua sekolah yang berada di Kota Binjai. Ternyata pelaksanaan Ujian Nasional berjalan baik dan tidak ada masalah yang keluar dari prosedur oprasional standar Ujian Nasional. Tapi saya lihat di lapangan yang kualitasnya kurang baik  hanya lembaran jawaban soal Ujian Nasional," Ujar Selamat Riono Rektor Unimed sebagai Ketua Pengawas Ujian Nasional Provinsi Sumatra Utara.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved