Yayasan Harapan Mandiri - Mandiri dalam Intelektual dan Kreativitas

BAIT demi bait hits Buming dari Jason M'raz dilantunkan apik Petra Sihombing

Editor: Fariz
Yayasan Harapan Mandiri - Mandiri dalam Intelektual dan Kreativitas - skul1.jpg
TRIBUN MEDAN / EVA DHANNY, Dok. Harapan Mandiri
SISWA - siswi SMA Perguruan Harapan Mandiri berpose di depan gedung sekolah mereka di Jl. Brigjen Katamso, Medan, Kemarin.
Yayasan Harapan Mandiri - Mandiri dalam Intelektual dan Kreativitas - paskib.jpg
TRIBUN MEDAN / EVA DHANNY, Dok. Harapan Mandiri
Yayasan Harapan Mandiri - Mandiri dalam Intelektual dan Kreativitas - skul3.jpg
TRIBUN MEDAN / EVA DHANNY, Dok. Harapan Mandiri
Laporan Wartawan Tribun Medan/vdh

TRIBUN-MEDAN.com - BAIT demi bait hits Buming dari Jason M'raz dilantunkan apik Petra Sihombing dalam acara Pentas Seni (Pensi) di Pelataran Sekolah Yayasan Harapan Mandiri, Jl Brigjend Katamso, Medan. Petra yang tampil ciamik mendapat applaus dari seluruh siswa. Terlebih setelah ia melantunkankan gits besar M'raz yang lain, I'm Yours.

Gegap gempita acara pensi yang berpuncak di hari Sabtu itu tak lepas dari kreativitasan panitia acara. Kreativitas yang patut diapresiasi dengan dua jempol. Kenapa? Sebab semua acara sepenuhnya koordinir siswa  dengan konsep-konsep yang juga berasal dari mereka.

Kepala Sekolah SMA Yayasan Harapan Mandiri, H Ramli J Marpaung SE SPd MM saat ditemui Tribun di ruang kerjanya mengatakan, siswa yang mengecap pendidikan di sekolah ini diberikan kemampuan seimbang antara intelektual dan kreativitas. Menurutnya, tidak semua siswa itu pintar secara akademik.

"Untuk menyeimbangkannya kita mendukung pengembangan bakat siswa selama berada dalam ruang lingkup sekolah. Jika siswa yang gemarnya sains ditekankan untuk membuat karya yang bersifat entertaiment, tentulah ia malas. Ia lebih memilih belajar terus dan belajar. Kita tidak ingin begitu. Meski pintar ia harus juga punya kreativitas tinggi, agar di manapun siswa kita berada ia telah siap baik secara ilmu atau pun bakat," kataMarpaung. Prinsip pendidikan ini diterapkan kepada siswa juga bertujuan untuk mengusir kebosanan di dalam kelas.

Disiplin
Selain mengembangkan bakat, meningkatkan intelektual siswa dan menjadikan mereka

sosok individu yang memiliki segudang kreativitas, nilai disiplin juga tak ketinggalan membentuk karakter pribadi siswa. Siswa yang tergabung dalam yayasan Harapan Mandiri masuk sekolah pada pukul 7.15. Tak hanya tepat waktu memasuki areal sekolah, sekolah mewajibkan setiap harinya memakai dasi.

Dasi bukan sekadar mempermanis penampilan, melainkan juga sebagai media penguji kedisiplinan para siswa. "Mungkin dasi bisa dikatakan pelengkap. Namun meski pelengkap kalau tidak disematkan sama saja artinya dengan tidak mematuhi peraturan. Berarti siswa juga tidak disiplin," ujar Marpaung.

Siswa yayasan Harapan Mandiri juga dilarang membawa ponsel ke sekolah. Kenapa? Marpaung mempertegas peraturan sekolah tersebut untuk menghindari hal negatif, seperti persaingan sosial. Misalkan ada siswa menggunakan Blackberry dan siswa lainnya akan ikut-ikutan. Di sisi lain hal itu mengganggu konsentrasi belajar, komunikasi yang tidak positif, serta dapat mengakses situs yang tak seharusnya dibuka.(vdh)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved