Zulkarnaen Ingin Kesempatan Kedua

Bangga Berkostum PSMS

Zulkarnaen bukan nama baru di lingkup Kebun Bunga.

Tayang:
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
zoom-inlihat foto Bangga Berkostum PSMS
TRIBUN MEDAN / TAUFAN WIJAYA
ZULKARNAEN, eks gelandang PSMS Medan
Laporan Wartawan Tribun Medan/Randy Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Zulkarnaen bukan nama baru di lingkup Kebun Bunga. Ayah dua anak ini pernah memperkuat Kinantan di musim kompetisi 1999-2001. Ia kembali didatangkan di musim 2010/2011. Kemampuannya di lini tengah membuat PSMS kepincut dan langsung mengontrak pemain berdarah Medan itu.

Pelatih PSMS Medan musim 2009-2010, Suimin Diharja memberinya pujian tinggi. Suimin sudah berniat merekrutnya pada musim itu, namun tak kesampaian karena antara Zul, sapaannya, dengan manajamen PSMS tak mencapai kata sepakat. Menurut Suimin, peran Zil di lini tengah sangat ia butuhkan. Sebab selain skill bagus, daya juang tinggi, berani beradu badan, pemain yang lama merumput bersama Persiraja Banda Aceh ini memiliki jiwa kepemimpinan.

Niatan merekrut Zul baru kesampaian di musim berikut, justru ketika Suimin tidak lagi di sana. Saat dirinya dipastikan mendapatkan kontrak, Zul mengaku sangat bangga.

"Bermain di PSMS tidak bisa tidak menjadi impian semua putera daerah. Ada kebanggan tersendiri yang tersemat. Meski sulit menggambarkannya dengan kata-kata," kata Zul dalam percakapan dengan Tribun di Medan, kemarin.

Sayang, nestapa itu cepat datang. Perhujung putaran pertama, ia dibekap cedera  tumit kaki kiri. Di putaran kedua, praktis ia hanya turun dalam dua pertandingan. Ia harus rela duduk di bangku penonton, atau paling dekat dari bangku cadangan, menyaksikan rekan-rekannya bertanding. Termasuk pada laga babak delapan besar. Tim medis PSMS Medan waktu itu memang menyebut cedera Zul agak sulit disembuhkan dalam tempo singkat.

"Dia tidak bisa maksimal bahkan tidak bisa berkontribusi karena berkutat dengan cedera. Sangat disayangkan. Padahal sejak awal Zul sudah diproyeksi jadi pemain penting di tim ini," kata eks Pelatih Kepala PSMS Medan Suharto AD.

Penilaian serupa datang dari eks Asisten Pelatih PSMS Edy Syahputra. Edi mengatakan Zul diproyeksi sebagai kartu truf. "Dia bukan gelandang murni. Zul lebih efektif ditempatkan sebagai penyerang lubang. Penetrasi jadi lebih bagus. Ya, lagi-lagi cederanya cukup serius dan fatal. Sehingga dia nyaris tidak memberikan hasil positif bagi tim. Tapi itulah drama pesepakbola," ujarnya.

Dalam dua musim, total Zulkarnain bermaian hanya 14 kali pertandingan. Dalam rentang itu, ia pernah menorehkan satu gol ke gawang Persih Tembilahan. Lantas pasca pembubaran PSMS, kemana ia akan melangkah?
"Saya tetap ingin memperkuat tim ini. Belum ada rencana kemana-mana. Lain hal, kalau manajemen memutuskan berbeda," ujarnya.

Ia mengaku belum ada klub-klub lain yang meminangnya. Apa yang dialaminya kontras dengan nasib mantan klubnya, Persiraja yang lolos ke ISL. Kendati demikian, ia menyatakan tidak ada penyelasan apapun atas kepindahannya. Nir prestasi PSMS musim ini pun tidak disikapinya secara reaktif. "Sepakbola bukan matematika, sulit mengukur sebuah kesuksesan. Tapi yang pasti optimisme harus dipegang. Barangkali klise, tapi saya optimis tahun depan adalah momen jayanya PSMS kembali," ucap Zul.(raf)

biofile

Nama: Zulkarnaen
Lahir:  Medan,14 September 1982
Istri: Romauli Silalahi
Anak: Monisa Olivia Zuhri (7) Sal Sabila (3)
Kerier Klub: Medan Jaya (1998, setengah musim), Persiraja (1998-1999), PSMS (1999-2001), PSBL (2001-2002), Perseden (2002-2003), Persimaros (2003-2004), PSDS (2004-2005), PSPS (2005-2006), PSSB Bireuen (2006, setengah musim), Persiraja (2006-2010),  PSMS (2010-2011)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved