Banyak Masyarakat Jadikan Produk Batak Untuk Aksesoris
Pemilik stand penjual produk berbahan baku enceng gondok, Moikin Majajani Rumahorbo (32), menjelaskan dari segi harga
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemilik stand penjual produk berbahan baku enceng gondok, Moikin Majajani Rumahorbo (32), menjelaskan dari segi harga, produk mereka juga tidak kalah bersaing.
Mematok harga Rp 17 ribu untuk sendal dan Rp 75 ribu untuk tas, ia jelaskan harga itu sudah cukup kompetitif. Paling tidak ia mengaku, perjuangan dia dan keluarga menghasilkan karya khas dari Samosir bisa membuka mata pemerintah mendukung dari segi promosi. Hal itu dikatakannya saat disambangi www.tribun-medan.com, Jumat (8/7).
Terpisah, pedagang lainnya yang membuka stand produk UKM khas Batak, Urim Panjaitan, yang menjual peralatan alat musik seperti Serunai, Seruling, Kecapi, Tagading, Ogung, mengaku minat masyarakat sebenarnya cukup besar dan antusias melihat produk yang mereka jajakan.
"Tetapi sayang, masyarakat banyak yang menjadikan alat-alat musik untuk hiasa rumah saja. Kenapa mereka beli tetapi tidak dimainkan dan lebih condong ke aksesoris," ujar pria Lulusan Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara (USU) ini, sembari mengatakan alat musik yang ia jual berupa Kecapi paling murah Rp 350 ribu.(Irf/tribun-medan.com)