Sirup Kurnia Gunakan 100 Persen Gula Murni

Memasuki bulan Ramadan dan lebaran, bisnis makanan dan minuman mulai disibukan oleh banyaknya permintaan

Tayang:
zoom-inlihat foto Sirup Kurnia Gunakan 100 Persen Gula Murni
TRIBUN MEDAN/MOHAMAD YOENUS
Laporan Wartawan Tribun Medan / Yunus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memasuki bulan Ramadan dan lebaran, bisnis makanan dan minuman mulai disibukan oleh banyaknya permintaan karena tingkat konsumsi dan kebutuhan masyarat meningkat. Itu juga dirasakan oleh produsen minuman sirup PT. Kurnia Aneka Gemilang yang berlokasi di Jalan Medan - Tanjung Morawa, Desa Limau Manis, Medan.

Ketika Tribun mendapat kesempatan melihat proses produksinya, ratusan pekerja yang dibagi menjadi dua ship terlihat sibuk mengerjakan setiap tahapan pembuatan sampai akhirnya minuman yang dikemas dalam bentuk botolan ini siap dikirim.

Untuk dapat bersaing dengan kompetitornya, manager sekaligus owner PT. Kurnia Aneka Gemilang Jonas Hudaya mengatakan kualitas dan pelayanan menjadi fokus utamanya selama ini, karena tanpa itu menurutnya bisnis yang dijalankan tidak akan dapat bertahan lama. Dengan demikian, Jonas melalui bagian pengawasannya mempehatikan tahap demi tahap segala pengerjaannya, tak terkecuali bahan pembuatannya. “Permintaan memang meningkat dua kali lipat dari biasanya, maka dari itu kita harus lebih ketat lagi menjaga kualitas kita, karena konsumen kita sudah semakin bertambah,”ujar Jonas.

Penggunaan botol tak luput dari perhatiannya, tumpukan ribuan botol baru yang dikirim dari Jakarta sudah tertata rapi di gudang, setelah itu dicuci dan disterilkan hingga akhirnya siap pakai. Pembuatan sirup (isi) juga dilakukan di tempat berbeda, kualitas gula murni 100 persen asal Lampung dan Thailand merupakan bahan utama Sirup Kurnia, di campur bahan pewarna minuman, dan ditambah aroma unggulannya Raspberry.

“Sejak tahun 1980-an kami juga sudah mendapat label SNI,”ujar Utomo, Marketing Departement sembari mendampingi kami berkeliling melihat tahapan proses  yang beridiri sejak 1969 di Aceh, kemudian pidah ke Medan dan di tahun 1992 kembali harus di Tanjung Morawa untuk mengembangkan produksinya yang diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto. (yns/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved