Zulkarnain dan Syahbani Dipertahankan
Buat Apa Teknik Bagus Kalau Tak Loyal
Siapa empat pemain yang bakal dipertahankan PSMS Medan untuk masuk ke skuad musim depan akhirnya terang
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Siapa empat pemain yang bakal dipertahankan PSMS Medan untuk masuk ke skuad musim depan akhirnya terang. Sebuah pilihan mengejutkan. Mereka ialah Novi Handriawan, Mahadi Rais Syahputra, M Syahbani, dan Zulkarnain. Dua nama pertama layak. Novi memberikan kontribusi besar di lini belakang sedangkan Mahadi menunjukkan kualitas sebagai pemain muda potensial. Tapi Syahbani dan Zulkarnaen?
Masuknya kedua pemain ini bertolak belakang dari poin-poin persyaratan yang dikedepankan manajemen. Mereka menyebut partama, pemain berusia muda. Ini jelas tak terpenuhi oleh Syahbani dan Zul. Keduanya sudah terbilang senior.
Poin kedua, kontribusi. Benar bahwa keduanya adalah bagian dari tim inti. Tapi itu terjadi hanya di awal-awal musim 2010-2011. Tempat Syahbani kemudian digantikan Andi Setiawan. Bahkan ketika Andi absen, yang bermain adalah Irwin Ramadhana. Praktis sepanjang putaran kedua dan babak delapan besar, Syahbani praktis duduk manis di bench cadangan.
Zul juga serupa itu. Pascacidera, kondisinya secara psikis tak kunjung pulih (dokter tim PSMS menyebut secara fisik ia tak bermasalah lagi). Penampilannya menurun hingga tempatnya di lini tengah diambil alih Alfian Habibie dan kemudian Donny F Siregar. Hingga laga terakhir PSMS versus Persiba Bantul di babak delapan besar, Zul tak pernah lagi masuk starting eleven.
Rekapitulasi statistik keseluruhan pemain musim 2010/2011 yang ditabulasi Tribun merujuk pada nama (jajaran empat besar, lihat tabel) Donny Fernando Siregar, M.Afan Lubis, Novi Handriawan, dan Faisal Azmi. Indikator didasarkan pada konsistensi permainan, kontribusi gol, dan etika di lapangan.
Khusus Donny Siregar yang baru masuk di putaran kedua, didapuk di peringkat pertama karena kontribusi tiga gol dan bermain full sejak kepindahannya dari Persijap.
Eks asisten pelatih Edy Syahputra mengatakan, berdasarkan catatan pelatih, secara teknis, ada lima nama yang memegang rapor bagus. Donny Siregar, Faisal Azmi, Novi Handriawan, Mahadi Rais dan Rahmad.
"Kami hanya gunakan indikator kebugaran fisik, konsistensi permainan, dan kualitas teknik. Semuanya indikator dalam lapangan. Tentu pengurus punya parameter penilaian di luar lapangan," katanya saat dihubungi Tribun lewat sambungan telepon, Sabtu (20/8).
Parameter penilaian di luar lapangan ini adalah loyalitas. Pengertian loyalitas di sini adalah pengertian yang digariskan sendiri oleh manajemen PSMS. Dalam kamus bahasa Indonesia, secara harfiah loyalitas berarti kepatuhan dan kesetiaan. Oleh manajemen, pemain yang memiliki loyalitas adalah pemain yang tidak ribut-ribut saat gaji dan bonus terlambat dibayarkan. Dan baik Syahbani maupun Zulkarnaen memang masuk dalam kategori ini.
"Memang tidak kita pungkiri ada pemain yang punya kemampuan teknik tinggi. Tapi terdapat juga catatan buruk. Buat apa kualitas teknik bagus tapi etika dan loyalitasnya buruk," ujar Sekretaris Umum PSMS Medan, Idris.
Walau tak pernah diakui secara langsung, selentingan beredar bahwa manajemen memblacklist pemain-pemain yang mengadu ke KONI Medan. Donny dan Faisal termasuk di antaranya. Juga Ari Yuganda serta pemain asing Vagner Luis. Akibat pengaduan ini muka manajemen PSMS tertampar dan pada para pemain langsung diberi labe' "tiada maaf bagimu".(raf)