Polsek Patumbak Akan Panggil PT Oto Multiartha

Debt Collector Aniaya Debitur Nunggak

Mulai maraknya aksi perampasan sepihak oleh debt collector di Medan mulai mendapat tanggapan.

Penulis: Fariz | Editor: Ismail
Debt Collector Aniaya Debitur Nunggak
Internet
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Medan/Feriansyah

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mulai maraknya aksi perampasan sepihak oleh debt collector di Medan mulai mendapat tanggapan. Polisi ternyata tidak membenarkan aksi perampasan barang kreditan yang dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan melanggar hukum. Bahkan warga yang dirugikan bisa mengadukan debt collector  sebagai kasus pidana.

Demikian diutarakan  Direktur Binmas Polda Sumut Kombes Hery Subiansauri kepada Tribun, Kamis (29/9). Menurut Hery, meski jika dalam perjanjian kontrak ada hak pihak leasing untuk menarik barang dari konsumen, tapi semua harus tetap dilakukan sesuai norma yang berlaku.

"Nggak boleh memaksa, apalagi sampai melakukan penganiayaan.Secara perdata, itu kan harusnya diambil di rumah dengan cara-cara yang tidak melanggar," ujar Hery.

Kasus debt collector yang main rampas akhir-akhir ini memang mulai banyak terjadi di Medan. Kasus terakhir dialami Malik Berutu (31), seorang konsumen PT Oto Multi Arta Finance.

Didampingi pengacaranya Bukit Sitompul SH, Malik pada hari Rabu (28/9) membuat laporan ke Polsekta Patumbak, setelah dianiaya lima orang yang mengaku debt collector PT Oto Multiarta Finance. Penganiayaan ini terjadi di depan pintu Tol Amplas, Selasa (27/9) malam.

Oleh debt collector, Malik dituding nunggak cicilan mobil 10 bulan.Padahal Malik mengklaim dirinya tak pernah nunggak. Saat membuat pengaduan, dia menunjukkan bukti-bukti pembayaran cicilan tersebut.

Tak hanya dipukuli, debt collector juga memaksa penumpang Malik turun secara paksa. Mereka kemudian membawa kabur mobil Kijang Krista yang dikemudikan Malik.

"Mereka bilang pembayaran mobil saya  sudah nunggak 10 bulan. Saya dan sewa saya dipaksa turun dari mobil," ujar Malik dengan wajah lembam akibat penganiayaan.

Atas laporan ini Kapolsek Patumbak Kompol Sonny W Siregar mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak PT Oto Multiartha. Tapi karena berkas laporan belum lengkap Sonny juga akan memanggil Malik.

"Kita akan panggil lagi pelapor untuk melengkapi berkasnya. Karena semalam dia hanya membawa pernyataan bahwa mobil telah ditarik oleh PT Oto Multiartha. Sedangkan bukti-bukti pembayaran belum ada ditinggalkan ke kita," ujar Sonny.

Sonny mengatakan, jika terbukti debt collector PT Oto Multiartha melakukan pengeroyokan dan penganiayaan maka mereka akan dijerat pasal 351 dan 170 KUH Pidana tentang penganiayaan dan pengeroyokan.

Ancaman hukuman untuk pengeroyokan adalah maksimal sembilan tahun penjara. Sementara untuk pasal penganiayaan hukuman maksimal dua tahun delapan bulan penjara.

Ketika Tribun, mencoba mengkonfirmasi pihak PT Oto Multiartha di Jl Putri Hijau, tidak ada yang bisa memberikan keterangan.

"Keluar semua orang itu, bang. Karena yang menarik semalam orang itu," kata security PT Oto Multiartha Budiman dan temannya Irwanto. Sayang, keduanya juga tidak tahu nomor kontak pihak Oto yang berwenang memberi keterangan. (fer)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved