PSMS ISL
Belum teken, Pelatih Italia rahasiakan identitasnya
Pelatih asing PSMS memulai hari pertamanya sebagai arsitek tim berjuluk Ayam Kinantan di Stadion TD
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
TRIBUN-MEDAN.com MEDAN - Pelatih asing PSMS memulai hari pertamanya sebagai arsitek tim berjuluk Ayam Kinantan di Stadion TD Pardede kemarin pagi. Namun, dia belum terjun memimpin latihan dan hanya melakukan pantauan dari sisi lapangan.
Sumber Tribun menyebutkan pelatih berpaspor Italia tersebut telah dipanggil namun belum ada kesepakatan soal nilai kontrak. Alasan itu pula yang membuatnya masih enggan menyebutkan identitasnya ketika berusaha dikonfirmasi kemarin. Dia berjanji, ketika kembali lagi dari Malaysia Minggu (11/12) mendatang, dia akan berbagi cerita.
"Saya kemari (Medan) hanya memantau persiapan tim. Dan saya akan kembali ke Malaysia besok (hari ini) untuk membawa barang-barang saya dulu. Saya akan cerita banyak nanti setelah pulang dari Malaysia. Maaf saya belum bisa sebutkan nama saya, nanti saja," ujarnya kemarin.
Kerahasiaan identitasnya tersebut terkesan kaku. Namun menurutnya, hal itu harus dilakukan demi profesionalisme. "Ya, saya belum melatih tim ini karena saya harus ke Malaysia. Jadi bisa dibilang saya belum pelatih di sini. Makanya, ketika kembali tanggal 11 Desember, media boleh tanya apa saja tentang saya," ucap pria 38 tahun itu.
Dengan begitu, pelatih muda itu masih akan memercayakan penanganan tim kepada asistennya M Khaidir pada persiapan partai tandang menghadapi Arema Indonesia 10 Desember mendatang di Malang. "Ya, sekarang persiapan tim tetap dilakukan Khaidir. Saya tahu tim akan main partai away tanggal 10 Desember nanti. Saya percaya dia, apalagi sekarang ada penambahan pemain baru, saya yakin tim ini bisa lebih baik," ucap pria yang mengaku berasal dari Lazio Italia itu.
Namun, sebagai bahan evaluasi, dia juga akan menugaskan asistennya untuk menganalisis pertandingan menghadapi Arema Indonesia. "Ada asisten saya yang akan datang di pertandingan menganalisis tim sebagai bahan evaluasi nantinya. Saya yakin dia akan bisa bekerjasama dengan Khaidir, orangnya cukup bersahabat," paparnya.
Selain memuji skuad besutannya memiliki teknik dasar yang baik, di sisi lain, pria kelahiran 17 Juni 1973 tersebut mengakui, ada sisi fisik yang kurang baik pada skuad besutannya yang perlu digenjot. Untuk itu, jeda cukup panjang usai menghadapi Arema Indonesia akan dimanfaatkan untuk menggenjot stamina Fadly Hariri cs.
"Saya pernah mengalami kondisi ini di klub saya melatih sebelumnya di Lithuania, tapi bisa diperbaiki. Saya yakin itu juga bisa terjadi di sini," ucapnya.
Kemarin, dia juga menggelar pertemuan dengan manajemen tim membahas program-program yang bakal dilakukannya di PSMS IPL.
Chief Executive Officer PSMS IPL Freddy Hutabarat memaklumi keengganan pelatih Italia tersebut untuk menyebutkan identitasnya. "Saya rasa wajar. Dia belum memimpin latihan tim, dan berjanji setelah melatih, dia akan bercerita. Dia pelatih Italia yang tentu saja memahami apa itu bentuk profesioanlitas," ungkapnya.
Sementara M Khaidir mengaku siap menjalankan strategi untuk pertandingan berikutnya. "Kami sudah berbincang soal garis besar program yang akan dilakukannya di PSMS, saya setuju," ucapnya.
Misi mencuri poin di kandang Arema pun siap dilakukan. Menurutnya, poin penting untuk mengembalikan motivasi pemain ke level yang lebih baik. "Dua pertandingan kami kalah. Jadi kami harap, di sisa persiapan ini bisa lebih baik dan mudah-mudahan bisa memberikan poin bagi PSMS," tandasnya.(raf/tribun-medan.com)