PSMS ISL

Raja Isa Puji Suharto

"Suharto lebih dari sekedar mampu menciptakan stamina pemain yang mumpuni.

Tayang:
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
Laporan wartawan Tribun Medan/Randy Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.com MEDAN - "Suharto lebih dari sekedar mampu menciptakan stamina pemain yang mumpuni. Saya sangat terbantu dalam meracik taktik," demikian petikan kalimat bernada pujian yang kerap dilontarkan arsitek PSMS (ISL) Raja Isa bin Ras. Bila merunut fakta di lapangan, pernyataan itu memang menemui kebenaran.  Kalimat itu kembali diucapkan Raja Isa saat ditanya perihal kemampuan In Kyun Oh dkk meredam permainan Mitra Kukar di stadion Teladan, Minggu (4/12) lalu.

PSMS tampil penuh determinasi tanpa pergantian pemain sepanjang laga. Padahal, formasi 4-2-3-1 yang bertransformasi ke 4-3-3 sangat menguras tenaga. Begitupun, kadar kebugaran tidak melorot.

Kontras dengan Mitra Kukar yang menukar tiga pemain di paruh babak kedua. Heru Nerli, Aninotito dan Bobby Satria dimasukkan guna menambah daya serang.  Namun suntikan ini tetap saja menemui kesulitan. Hingga, permainan keras tak terelakkan yang berbuah kartu kuning kedua bagi Isnan Ali semenit sebelum laga normal usai.

"Kualitas fisik pemain PSMS sangat prima. Nilai unggul yang membuat kami cukup kesulitan. Kesanggupan bermain ngotot dan mengharuskan kami sabar menunggu timing yang tepat mencetak gol," ujar Simon Mc Menemy kepada tribunmedan.

Kembali ke Raja Isa yang menyebutkan ketiadaan pergantian pemain sebagai bagian dari strategi. "Anda bisa melihat, semua pemain bekerja dengan rapi. Mereka cerdik mengatrol kemampuan fisikalnya. Hal ini membuat saya bisa menyimpan energi melimpah lawan Persisam nantinya," sebutnya saat ditemui di mess Kebun Bunga, Selasa (6/12/2011)

Satu alasan fundamental, kata Raja Isa tidak membongkar pasang lagi pemain lokal dikarenakan level kebugaran yang mapan. "Saya hanya 15 hari melatih tim ini. Namun, Suharto dan Kinoy telah menguatkan fondasi selama lebih dari dua bulan. Terimakasih saya untuk kerja keras yang mereka lakukan," imbuhnya.

Sengitnya adu taktik di kompetisi ISL mewajibkan setiap pemain memiliki derajat kebugaran yang merata. "Ya, barangkali tiada lepas dari figur Suharto sebagai Angkatan Darat. Materi fisik yang terukur, sistematis dan berkesinambungan. Kami tak perlu berpayah-payah guna memuluskan strategi," akunya. (raf/ tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved