Breaking News:

Rumah Idaman

Rumah Nostalgia

Begitu melintas di Jalan Bono, Medan Timur, rumah Rita Hanum langsung menunjukkan kekhasannya. Sepintas mengingatkan kita pada bangunan

Editor: akb lama
Rumah Nostalgia
Tribun Medan / Momo
penampang fisik rumah ratih hanum dari depan yang berada di Jl.bono,medan timur
Laporan Wartawan Tribun Medan / Momo

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Begitu melintas di Jalan Bono, Medan Timur, rumah Rita Hanum langsung menunjukkan kekhasannya. Sepintas mengingatkan kita pada bangunan rumah lama ala perkebunan yang kental unsur Belanda.

Lahannya yang begitu luas dengan penataan taman yang apik seolah-olah membiuat kita merasa tidak sedang berada di tengah kota yang padat permukiman.

Suasana hijau nan asri membuat sapa saja yang datang, tak keberatan menghabiskan waktu lebih lama, walaupun hanya sekadar duduk leyeh-leyeh di dekat taman.

Di balik keasrian itu, rumah milik H.Sulaiman, ayah Rita,memiliki sejumlah kenangan nostalgia bahkan tak berlebihan bila disebut sebagai saksi sejarah perkembangan Jl.Bono.

“Almarhum ayah saya oleh warga dianggap sebagai tokoh masyarakat yang dituakan. Maklum, beliau adalah orang pertama yang membuka akses ke Kampung Dadap  atau sekarang dkenal Jalan Bono ini,”kata Rita saat ditemui di kediamannya,Jl.Bono No 75, Medan.

Riat menceritakan  lokasi rumah ini pertama kali dibangun pada tahun 1948. Sedangkan desain yang ada sekarang ini adalah desain yang mempertahankan bentuk asli yang pertama kali dirancang Sulaiman, pada tahun 1974.

Pertanyaan sebelum tahun 1974, bagaimana bentuk rumah ini? Ternyata berbentuk rumah panggung. Rita masih ingat rasanya tinggal di dalam rumah panggung. Kayu zaman dulu yang kokoh, dijaga penampilannya agar tetap tampil bersih dan mengkilat.

“Pokoknya lantai rumah itu licin dan mengkilat,”katanya. Bahkan saat pembongkaran bahan dasar kayu rumah panggung masih tetap kokoh. Dan,disumbangkan kepada saudara ayahnya yang juga membangun rumah panggung.

Sepanjang kurun waktu tersebut, akhirnya, Sulaiman, ayahnya, tergerakmembangun rumah yang lebih luas, permanen dan ditujukan demi kemanan dan kenyaman sebelas anak-anaknya.  Ayah Rita menjadi arsitektur utama permbangunan rumah ini.

“Sekarang karena saya dan keluarga, jumlahnya hanya berlima, menempati rumah ini serasa kelebihan luasnya,”ujarnya sembari tersenyum. (mom/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved