Kisah Cinta Osas Saha
Saha menyebut nir golnya di panggung Indonesia Super League (ISL) sebagai sindrom awal musim
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
TRIBUN-MEDAN.com MEDAN - Saha menyebut nir golnya di panggung Indonesia Super League (ISL) sebagai sindrom awal musim. Mitos yang kerap dialaminya di PSMS (2009-2010) dan PSAP Sigli (2010-2011). Seiring waktu, gol demi gol diyakininya bakal terjadi. Ya, Saha sukses mengemas 29 gol bersama PSAP Sigli musim lalu dan menjadi topskor kedua di Divisi Utama Liga Indonesia.
Namun, Saha tak memungkiri sindrom itu tetap menjadi beban pikiran. Sebab penyerang memang memanggul tugas mencetak gol. "Saat-saat saya tertekan secara psikis. Isteri selalu memotivasi saya untuk bangkit bahwa saya bisa. Isteri selalu memahami saya," tuturnya.
Tak dinyana, Sasha, sang isteri berkewarganegaraan Indonesia. Ia menikahi perempuan berdarah Solo, Jawa itu di akhir Desember 2008. Mereka dianugerahi seorang puteri yang baru berusia tujuh bulan di Desember 2011 ini. Zyckosky Ikpefua Marvellous adalah nama sang puteri.
Ibarat kisah-kisah cinta di perfilman, kisah pertemuan keduanya terbilang serupa. Saha menuturkan saat itu masih berkostum klub Traktor Kuning, PSDS Deli Serdang. Tim hendak pulang ke Sumatera setelah bertanding kontra Persita saat itu. Saha ketinggalan pesawat karena terpisah dari tim dan harus terburu-buru supaya tidak terlambat.
"Saya menabrak seorang perempuan yang tidak saya kenal dan barang bawaanya terjatuh. Saya langsung meminta maaf sekedarnya, ada "card name" yang saya lihat jatuh lalu saya ambil. Dia marah-marah, tapi tak saya pedulikan," ujarnya kepada tribun.
Sesampai di mess, Saha teringat untuk menghubungi perempuan tersebut untuk meminta maaf kembali. Namun, justru kemarahan yang diperolehnya. "Bagi bangsa saya, di Nigeria permintaan Maaf itu sangat penting. Kami harus memerolehnya. Saya tak sangka enam bulan kemudian kami berjanji ketemu di Jakarta. Itulah awal mulanya,"sebutnya.
Dua tahun setelah kejadian, kedua insan ini bersepakat membina mahligai rumah tangga baru. Perbedaan kultur, negara dan ras tak menjadi persoalan diantara mereka. Keduanya juga mendapat persetujuan dari orang tua masing-masing. Saha sudah tiga kali membawa sang isteri terbang ke Nigeria. Tapi mereka mempunyai kesepakatan bersama untuk tinggal di Indonesia.
"Sasha tak mengerti soal bola, bahkan tidak mau tahu. Tapi dia paham betul bagaimana kami bisa saling mengasihi. Kami tak persoalkan perbedaan mencolok yang kami punya. Satu hal friend, pasangan hidup ada di tangan Tuhan. Saya percaya Tuhan beri saya pasangan yang sepadan sampai akhir hidup saya," sebutnya.
Keduanya memiliki kegemaran makanan yang sama hingga saat ini. Jika pulang ke Jakarta, keduanya menyempatkan singgah di Restoran Africa, di Jakarta. Equisi Soup adalah makanan favorit pasangan suami isteri ini. "Equisi itu semacam sup daging lembu kalau di Indonesia. Equisi ini sangat nikmat, di Africa merupakan makanan yang cukup mewah," sebutnya lagi.
Bulan ini, Saha sangat bergembira karena dapat merayakan natal bersama isteri dan anaknya. "Kami akan menyanyikan jingle bless atau Joy To the World bersama friend. Ya, natal kali ini sangat indah. Karena Tuhan sudah beri kami seorang puteri yang cantik luar biasa," pungkasnya tertawa. (raf/ tribunmedan.com)
Nama: Ikpefua Marvellous Osas Saha
Sapaan: Saha
TTL: lagos, 23 10-1986
Isteri: Sasha Ikpefua Marvellous
Anak: Zyckosky Ikpefua Marvellous
No punggung: 10
Tinggi/ Berat:180/ 66 kg
Klub: PSMS (2011-2012)
PSAP (2010/2011)
PSMS (2009/2010)
PSDS (2008/2009)
Prime fc nigeria (2007/2008)
NPA FC (2006/2007)