Paket Mencurigakan

Ini Dia Pria Pengantar Paket Mencurigakan

Sementara, usai pemeriksaan di Mapolsekta Medan Kota, Tongam yang mengaku sebagai Ketua Dewan Penasehat SAKTI-SUMUT mengatakan

zoom-inlihat foto Ini Dia Pria Pengantar Paket Mencurigakan
Tribun Medan / Feri
Ketua Dewan Penasehat SAKTI-SUMUT, Tongam
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sementara, usai pemeriksaan di Mapolsekta Medan Kota, Tongam yang mengaku sebagai Ketua Dewan Penasehat SAKTI-SUMUT mengatakan,  tidak sedikitpun memiliki niat membuat jemaat Gereja Katedral Jalan Pemuda, Medan khawatir dengan paket berisi selebaran tersebut.

"Apabila keluarga kita di Katedral merasa tersinggung, kami keluarga besar SAKTI-SUMUT mohon maaf dan mengucapkan selamat Natal," ujarnya kepada Tribun.

Diceritakan Tongam, pihaknya mengantarkan paket itu hanya untuk mengimbau jemaat gereja untuk tidak menggunakan produk import yang bermasalah, terutama menyangkut buah-buahan, makanan dan minumam.

"Kenapa di Katedral?, kebetulan disana saudara-saudara kita mau melaksanakan natal dan tahun baru, otomatis nantinya mereka akan membeli parsel. Jadi, kita menyarankan jangan beli produk bermasalah, beli lah produk Indonesia," kata Tongam sembari mengakui selain di Gereja Katedral, dirinya juga mengantar paket berisi selebaran imbauan tersebut ke Rumah Dinas Walikota Medan.

Kata Tongam, tidak ada indikasi perbuatan mereka lakukan mengarah ke teror.

"Pertama, selebaran itu kita bungkus rapi agar kesannya menarik. Kedua kita letakkan itu tidak ditempat yang tersembunyi, tapi tempat terbuka. Kemudian, didalamnya juga berisi uang pecahan, ini kita lakukan untuk membantu sedikit biaya foto copy selebaran," katanya sembari menyebut di Gereja Katedral paket tersebut selain berisi selebaran juga berisi uang Rp 2 ribu, sedangkan dirumah Dinas Walikota uangnya Rp 1500.

Selain itu, kata Tongam, pihaknya juga sudah menyampaikan surat selebaran yang sama, tanggal 12 Desember 2011 lalu ke instansi terkait.

"Tapi tidak ada tanggapan untuk melakukan sosialisasi. Makanya, Sabtu, kemarin juga kita sempat langsung bagi-bagikan selebaran di depan beberapa plaza di Kota Medan," kata Tongam lagi.

Cerita Tongam saat mengantarkan paket dirumah Walikota Medan, dirinya sempat menggedor-gedor pintu pos. "Karena tidak ada yang keluar, maka kita letakkan aja di pos satpam," ujarnya. Sedangkan di Gereja Katedral Jalan Pemuda, Medan. Semula ia meletakkan paket tersebut diatas pos satpam sebelah kanan. Namun, karena terlalu dekat dengan pasar, makanya ia memindahkannya lagi ke meja bagian dalam halaman gereja.

"Saya, nggak tahu kalau ada penjaganya dipos satpam sebelah kiri," kata Tongam.

Disinggung apakah pihaknya sudah memiliki data-data produk import bermasalah tersebut, Tongam mengaku bisa menunjukkan lokasi gudang-gudangnya kepada intansi terkait. (fer/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved