Citizen Reporter

Bangun Pembangkit Listrik di Gayo

Saya dan beberapa kawan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Lesten, Gayo Luwes, Aceh.

Bangun Pembangkit Listrik di Gayo
TRIBUN MEDAN/IST
ALWEEN ONG
Laporan Wartawan Tribun Medan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Saya dan beberapa kawan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Lesten, Gayo Luwes, Aceh. Desa ini terisolir betul, tak pernah dialiri listrik dan aksesnya sangat buruk. Perjalanan yang seharusnya ditempuh sekitar tiga jam dari Blang Kejeren, bisa mencapai delapan jam. Ini merupakan bagian dari project kami untuk memberdayakan masyarakat Desa Lesten.

Awalnya memang tidak sengaja. Saya pergi ke Gayo Luwes dalam rangka bisnis. Tapi setelah mendapat info dari pejabat setempat, entah kenapa hati saya tergerak untuk meninjau Lesten. Desa ini sebenarnya masih sangat potensial untuk dikembangkan. Ada 62 kepala keluarga atau 206 penduduk yang hidup di desa yang berada di tengah hutan ini. Penghidupan mereka dari ladang kakao, nilam, atsiri, dan padi. Fasilitas sekolah dan kesehatan sangat minim, dan mereka hidup tanpa listrik

Untuk mengerjakan proyek ini, kami membutuhkan biaya hingga Rp 2,5 miliar. Jujur saja, saya tak punya uang sebanyak itu. Kami pun berusaha untuk mencarikan dana dari Kementerian ESDM. Kabar baiknya mereka bersedia, dalam waktu dekat PLTMH itu akan segera dibangun.

Banyak orang yang bertanya kepada saya, apa keuntungan saya dari bantuan ini. Saya bilang, saya tidak mengambil keuntungan apa-apa. Justru kami masih harus bolak-balik ke Lesten untuk mengurus satu dua hal, dan itu tidak menghabiskan biaya yang sedikit, paling tidak kami sudah habis Rp 10 juta untuk operasional di sana. Buat saya ini seperti bagian dari CSR perusahaan kami.

Nantinya bukan hanya PLTMH itu yang akan menyokong desa ini. Kami juga akan membuat koperasi yang akan membantu perekonomian para petani. Saat ini memang yang paling dibutuhkan adalah benih tanaman. Kami akan menggalakkan kebun kakao dan nilam di sini, potensinya sangat besar, namun penduduk di sini tidak tahu akan hal ini.

Koperasi yang akan kami bangun nanti akan memotong jalur distribusi hasil pertanian ke tengkulak. Kami sendiri yang akan menampung hasil dari pertanian itu nanti. Selain itu masyarakat akan bisa menabung, dan lebih termotivasi untuk berusaha.(ray)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved