Citizen reporter

Ragu-ragu Bertani Organik

Tidak keliru juga jika program-program tersebut diibaratkan sebagai obat penawar sakit kepala

TRIBUN-MEDAN.com - Tidak keliru juga jika program-program tersebut diibaratkan sebagai obat penawar sakit kepala, akan tetapi adalah kesalahan besar jika menganggap program tersebut tidak bermanfaat untuk mengurangi kemiskinan.

Bukankah obat sakit kepala dalam dunia medis masih dipakai untuk menawar rasa sakit, sekalipun tidak ada jaminan bahwa obat tersebut dapat menghilangkan sakit kepala secara permanen.

Komponen keberhasilan pemberdayaan BITRA Indonesia diukur dengan menggunakan metodologi riset deskriptif dengan kombinasi pendekatan kuantitaif melalui survei dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam.

Juga sebagai sistem ricek data trianggulasi melalui focus group discussion (FGD) pada basis langsung ini mengkaji analisis dampak program terhadap kondisi ekonomi anggota kelompok, dampak sosial, dampak lingkungan, faktor pendorong dan penghambat program dan juga peningkatan partisipasi anggota kelompok terhadap proses perencanaan pembangunan desa dan partisipasi terhadap semua kegiatan di desa.

Berbagai peningkatan terjadi pada semua sisi kehidupan masyarakat dampingan yang diukur dalam riset ini. Rata-rata di atas 60 persen masyarakat kelompok dampingan BITRA Indonesia menyatakan hal tersebut dalam temuan penelitian pihak independen ini. Terutama pada peningkatan ekonomi keluarga dan peningkatan pengetahuan substansial bertani secara organik. Namun, pada pemahaman dan tindakan nyata tentang perbaikan lingkungan yang dirasakan masyarakat kurang yakin, yakni hanya 41,7 persen yang yakin dan 58,3 persen ragu-ragu. Hal ini dikarenakan masyarakat mempersepsikan bertindak secara organik bukan bagian dari perbaikan lingkungan.(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved