Citizen Reporter

Gerakan Sayang Ibu

MEMASUKI 2012, saya merealisasikan 'Gerakan Sayang Ibu' bersama teman-teman yang tergabung dalam Himpunan Kaum Muda Helvetia (HKMH)

Gerakan Sayang Ibu
TRIBUN MEDAN/IST
ROMULO M SINAGA
TRIBUN-MEDAN.com - MEMASUKI 2012, saya merealisasikan 'Gerakan Sayang Ibu' bersama teman-teman yang tergabung dalam Himpunan Kaum Muda Helvetia (HKMH) di Gereja GKPI Resort Khusus Perumnas Helvetia, Jalan Aster Raya, Minggu (15/1).

Sebanyak 105 janda yang merupakan jemaat gereja mendapatkan bingkisan tali asih, berupa kain sarung, usai kebaktian pada pukul 13.00 WIB.

Kain sarung itu simbol kehangatan dari seorang anak, yang belum mampu membalas akan semuanya jasa yang diberikan oleh para ibu selama perjalanan kehidupan ini.

Perjuangan para janda tersebut patut diapresiasi karena harus berjuang sendiri tanpa pernah berkeluh kesah. Anak-anak kerap menjadi beban perjalanan hidup, tanpa bisa menjadi cahaya penerangan sekecil apa pun.

Langkah ini saya lakukan karena saya masih tergiang akan perjalanan 2011, di mana kita sebagai anak dan tak lupa sebagai bagian dari orang Batak selalu melantunkan dan mendengarkan akan hits lagu Uju Ni Ngolu Kon (semasa aku hidup) dari kaum ibu.

Sebagai seorang anak kita harusnya mengingatkan nasihat dalam lagu Tangiang Ni Dainang (doa seorang ibu).

Pemberian kain sarung itu belum ada apa-apa bila dibandingkan dengan jasa yang dilakukan para ibu kita. Saat pemberian kain sarung, hanya haru biru tangis yang hadir. Sebagai putra penatua gereja, saya tak mampu membendung tangis saat itu. Kaum ibu menyambut dengan sukacita, karena diperhatikan dengan penuh tulus walau pun apa yang diberikan tidak memiliki arti dalam perjalan kehidupan seorang anak.

'Gerakan Sayang Ibu' secara bertahap akan saya wujudkan kembali ke depan, serta tetap berusaha berbuat untuk membalas apa yang diberikan selama ini. Dan saat itu secara bersama saya hanya bisa menyanyikan Tangiang Ni Dainang agar para kaum ibu tidak lagi berkeluh kesah seperti yang dituturkan dalam lagu Uju Ni Ngolu Kon.

Acara ini diakhiri makan bersama para ibu yang hadir, beserta para pengurus, serta tak lupa turut hadir pendeta gereja, dan penatua gereja dan juga tamu undangan dari wakil rakyat Ir Budiman Panjaitan.(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved