Breaking News:

Suara Suporter

Suharto dan Offensivitas yang Menghibur

Saya menyematkan laga PSMS Medan kontra Sriwjaya FC sebagai Derby Sumatera.

Penulis: Randy P.F Hutagaol | Editor: Ismail
Suharto dan Offensivitas yang Menghibur
IST
Ingan H. Pane - Marketing Communication PSMS Medan Fans Club
Laporan Wartawan Tribun Medan, Randy Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.com - Saya menyematkan laga PSMS Medan kontra Sriwjaya FC sebagai Derby Sumatera. Yang namanya derby, tentu kompetitif dan bertensi tinggi, di dalam maupun di luar lapangan. Publik Medan pastilah belum lupa bagaimana PSMS diteluk Sriwijaya pada 1-3 final Liga Indonesia 2007. Sebelumnya, PSMS juga kalah dari lawan yang sama di semifinal Copa Indonesia. Kedua momentum tersebut merupakan prestasi terbaik PSMS di pentas sepakbola Indonesia modern.

Pada masa itu pertemuan kedua klub sangat menarik karena di masing-masing kubu bercokol pemain pemain bintang yang memiliki skill mumpuni serta mentalitas tanding yang tangguh.  Kini situasinya sudah berbeda jauh. Kualitas kedua klub sangat jomplang. Sriwijaya masih tetap mentereng, PSMS sebaliknya. Pengelolaan manajamen yang buruk membuat persiapan PSMS menghadapi kompetisi kasta tertinggi nasional jadi amburadul.

Beruntung kita punya peramu taktik seperti Suharto yang mampu meningkatkan kadar mentalitas dan sikap spartan dalam permainan. Apa yang sudah dilakukannya dalam tiga laga harus diapresiasi. Banyak kemajuan konkrit. Dari sisi agregat gol dan permainan ofensif.

Inilah yang disukai publik dari Suharto sejak masih membesut Divisi Utama hingga dipercaya sementara sebagai caretaker. Ia tidak pernah menurunkan daya serang skuadnya meski tim yang dilawan adalah tim papan atas.

Tak bisa dimungkiri, penonton tetap ingin melihat timnya menang. Namun juga ingin terhibur dengan permainan terbuka dan kolektif. Keduanya sampai saat ini masih bisa diberikan tim.

Sriwijaya memang lawan teralot PSMS di atas kertas. Dua bomber mereka adalah yang paling produktif. Menarik untuk menyaksikan bagaimana kesatuan tim mampu meredam intensitas serangan mereka.
Di sisi lain, PSMS mulai menemui ketajamannya para bombernya. Tapi ada kelemahan yang sangat jelas terlihat, dari banyaknya peluang emas sangat minim bisa dikonversi jadi gol. Saatnya empat penyerang kita menunjukkan bukti pada Sriwijaya. Di tangan Suharto sekali lagi laga kandang selalu berakhir mengesankan. Saya berani memprediksi 2 1 untuk PSMS. Salam Hijau.(raf)


Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved