Breaking News:

Suara Suporter

Mata Rantai Yang Hilang

Tim persis sama seperti rantai sistem. Bila satu mata rantai putus maka rusaklah sistem tersebut.

Penulis: Randy P.F Hutagaol |
Mata Rantai Yang Hilang
Randy Hutagaol
Naldi Siregar, Ketua Umum KAMPAK FC
Naldi Siregar, Ketua Umum  KAMPAK FC

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim persis sama seperti rantai sistem. Bila satu mata rantai putus maka rusaklah sistem tersebut. Hal inilah yang patut disadari pemain yang bersatu di bawah panji PSMS Medan.

Tapi itu keharusannya, kenyataannya tidaklah demikian. Maaf bila sebut nama, KAMPAK FC menilai Osas Saha menjadi mata rantai yang putus. Ia adalah pemain yang diposisikan sebagai penyerang tapi tidak bertindak sesuai fungsi penyerang.

Kita sudah jenuh melihat kesalahan yang itu-itu saja. Seolah tidak ada itikad untuk memperbaharui diri. Jika Saha berpikiran positif atas kritik ini, pasti ia akan mengubah gaya bermainnya yang individualis dan pembuang peluang menjadi kolektif dan efektif di sisa lima laga putara pertama.

Media kerap mengaitkan keciamikan sang pemain dengan rekor 29 gol di PSAP Sigli. Tapi ini Medan bung, ia bermain dengan kostum PSMS Medan. Tak bisa dihindari fans mengharapkan Saha mampu menyajikan penampilan serupa.

Satu hal mendasar yang kami nilai bahwa Saha belum memiliki naluri tajam di depan kotak penalti. Ia punya teknik yang sangat baik, olah bola yang ciamik. Seharusnya ia tak perlu berlama-lama dengan bola di depan gawang.

Tapi menyalahkan Saha semata tentu tak etis. Manajemen juga bertanggungjawab penuh atas mandegnya lini depan PSMS. Manajemen hendaknya memberi evaluasi menyeluruh atas buruknya performa penyerang dalam mendistribusikan peluang jadi gol, khususnya Saha.

Kami meminta kepada Ketua Umum PSMS Medan, Rahudman Harahap untuk bersedia memberi perhatian khusus atas persoalan di tim. (raf/ tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved