Suara Suporter

Hati-hati Faktor Nonteknis

Tiga laga tandang dalam sembilan hari yang bakal dilakoni PSMS Medan terbilang berat.

Penulis: Randy P.F Hutagaol | Editor: Ismail
Hati-hati Faktor Nonteknis
IST
Ingan H Pane - Marketing Communication PSMS Medan Fans Club
Laporan Wartawan Tribun Medan, Randy Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.com - Tiga laga tandang dalam sembilan hari yang bakal dilakoni PSMS Medan terbilang berat. Sebab skuad Ayam Kinantan hanya memiliki durasi (masing-masing) tiga hari untuk mengembalikan kebugaran fisik. Secara medis memang ini tidak bisa dikatakan di luar ambang batas normal. Namun durasi untuk recovery ini menjadi masalah tatkala di saat yang sama pemain masih harus malakoni penerbangan, plus perjalanan darat selama beberapa jam. Artinya, masa itu jadi sangat sempit. Belum lagi faktor VO2Max. Di antara pemain PSMS, tidak banyak yang punya level VO2Max bagus (standar atlet profesional Eropa).

Suharto memang peletak dasar kokohnya stamina skuad Ayam Kinantan musim ini. Itu juga pernah diakui Raja Isa. Saat pola permainan dan karakter masih diraba, PSMS diuntungkan stamina mumpuni yang memungkinkan bermain spartan sepanjang 90 menit.

Kebijakan rotasi Suharto patut diacungi jempol. Ia cukup cerdik untuk menempatkan "the right man on the right place". Rotasi di semua sektor menunjukkan progress yang bagus secara kasat mata.

Suharto tampaknya juga paham dalam memotivasi besutannya. Tentu ia punya pendekatan psikologis tersendiri untuk menumbuhkan mentalitas anak asuhnya.
Meski begitu, laga tandang perdananya kontra PSAP Sigli menuai kekalahan. Bahkan secara akumulatif, Markus Haris Maulana dan kawan-kawan tak pernah menang di kandang lawan. Tantangan berlanjut tentunya. Di sisi lain, ujian sesungguhnya bagi carataker pelatih kepala.

Secara taktikal, saya melihat Suharto sangat kredibel. Persoalannya yang justru saya ragukan adalah kendala non teknis. Kabar yang saya tahu PSMS belum menerima gaji. Ini tentu berpengaruh signifikan sekiranya tidak dibayarkan. Tidak hanya itu, pemain juga butuh motivasi material selain moril. Jadi perlu diberikan bonus.

Manajemen harus realistis, tidak sekedar menuntut pelatih atau tim nangkring di sepuluh besar di akhir putaran kompetisi tanpa bertindak. Jadi bukan hanya karya kata tapi juga karya nyata. Agar tim terdongkrak motivasinya.

Menurut saya sangat realistis sekiranya kita membawa minimal 5 poin. Satu kemenangan dan dua kali seri. Jika lebih dari itu maka sudah sangat luar biasa. Sekiranya kurang, harus dapat dimaklumi jua. Yang pasti seluruh komponen harus bersinergi mewujudkannya, manajemen, tim pelatih, skuad dan suporter. Semoga Berjaya. Salam Hijau!(raf)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved