Sampoerna Academy Buka Pendaftaran Sekolah Berbayar Rp 5 Juta/Bulan
Permintaan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan dengan standar
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Permintaan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan dengan standar kualitas internasional mendorong Sampoerna Academy, sekolah berasrama tingkat menengah atas di bawah naungan Putera Sampoerna Foundation, dibuka secara umum untuk siswa Indonesia yang berprestasi dan berkarakter dengan sistem berbayar.
"Penerapan sistem berbayar di Sampoerna Academy ini untuk mengakomodasi para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah dengan kualitas pendidikan standar internasional dan membentuk anak menjadi pemimpin masa depan yang berkaliber tinggi," ungkap Elan Merdy, Senior Director Putera Sampoerna Foundation kepada Tribunnews, Sabtu (25/2/2012).
Siswa Sampoerna Academy akan dibebani membayar Rp 5 juta per bulan tanpa biaya apapun. Menurut Elan, biaya ini tidak terlalu mahal dibandingkan dengan sekolah berasrama lainnya yang meskipun hanya mengutip biaya sekolah SPP per bulan Rp 2-3 juta tapi masih membebani dengan uang gedung dan kutipan lainnya. Sekolah ini diselenggarakan di Bogor.
Meskipun membuka pendaftaran untuk yang berbayar, bukan berarti yang gratisan khusus untuk orang yang tidak mampu ditutup. Penentuannya adalah ranking test. Keduanya mempunyai kesempatan yang sama.
"Untuk menentukan siapa yang masuk dilihat dari nilai testnya, jadi kita juga belum tahu berapa yang dari berbayar atau gratis. Tapi kami menjamin yang diterima tidak melihat apakah gratis atau yang berbayar. Tentunya kami tidak akan menjatuhkan reputasi kami. Kita siap saja kalau memang yang diterima sebagian besar yang gratisan. Demikian pula sebaliknya," ungkapnya.
Sampoerna Academy diluncurkan sejak tahun 2009 merupakan jaringan sekolah bertaraf internasional berasrama setingkat SMA yang menerima di antara 5-10 persen siswa berprestasi dan berkarakter dari SMP, khususnya yang berasal dari keluarga prasejahtera, dan memiliki kualitas kepemimpinan di dalam dirinya.
Sekolah ini menerapkan pendidikan holistik abad 21 (21st Century Learning) dan mengimplementasikan kurikulum standar Pendidikan Nasional dan Kurikulum Internasional (Cambridge IGCSE and Cambridge International A/AS level) dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari.
Berdasarkan strategi besar "Pathway to Leadership", sekolah ini dibuat untuk mendukung tujuan Putera Sampoerna Foundation menciptakan 1.000 pemimpin per tahun yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dan perubahan di komunitas mereka.