Suara Suporter

Jangan Nafsu Besar Tenaga Kurang

Absennya sembilan pemain tak dimungkiri membuat PSMS Medan masuk ke situasi krisis.

Penulis: Randy P.F Hutagaol | Editor: Ismail
Jangan Nafsu Besar Tenaga Kurang
ist
Wahyudinata Simangunsong - Ketua Umum SMeCK Hooligan
Laporan Wartawan Tribun Medan, Randy Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.com - Absennya sembilan pemain tak dimungkiri membuat PSMS Medan masuk ke situasi krisis. Cuma Zulkarnain dan Luis Pena yang tersisa dari starting eleven. Empat pemain lain terkena kartu kuning dan lima lainnya cedera. Zainal Anwar 100 persen tak bisa turun, sedangkan Choi Dong Soo, Inkyun Oh, Denny Rumba, dan Anton Samba masih ada harapan kembali bugar. Mudah-mudahan saja.

Tapi meskipun mereka absen, tak berarti asa PSMS mendulang poin di Dafonsoro ikut pupus. Kans mendulang tiga poin, atau yang paling realistis satu poin, tetap terbuka. Namun tentu ada faktor-faktor vital yang tak bisa diabaikan demi tujuan tersebut.

Manajemen harus pro aktif dan komit mengakomodir pemenuhan hak pemain. Bahkan menurut saya, ini yang harus jadi skala prioritas. Sampai saat ini pemain masih belum juga memeroleh apa yang jadi hak mereka, gaji dan bonus. Padahal perjuangan skuad Ayam Kinantan tak bisa dianggap biasa.
Apresiasi yang bukan sekedar kata harus diberikan kepada pemain. Mereka berjibaku dan tampil spartan kala dijamu Deltras. Sebelumnya, meski kalah dari Persela Lamongan, penampilan atraktif dan menghibur juga mampu disajikan.

Manajemen berkoar di ruang publik lewat media terkait target sepuluh besar paruh musim. Kini, PSMS nangkring di peringkat kesembilan. Kemungkinan ada untuk terus merangkak, sebagaimana juga tidak tertutup peluang untuk anjlok lagi ke level papan bawah.

Nah, saat tim sedang berada dalam capaian positif. Di sinilah titik krusial bagi manajemen. Mereka bisa masuk menyuntikkan energi. Ini saat tepat. Pemberian hak pemain tadi dapat jadi motivasi. Moril bertanding akan berlipat ganda. Dengan demikian, tuntutan kepada tim tak lagi sekadar seperti ungkapan "nafsu besar tenaga kurang".

Faktor berikutnya, racikan formasi dan sistem rotasi ala Suharto. Sejauh ini, Suharto mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih jempolan. Saat-saat terdesak, ia tak panik. Sebaliknya mampu membawa tim keluar ke ruang yang lebih bebas. Ia piawai menyuntikkan semangat spartan ke dalam pribadi tiap pemain. Inilah yang membuat saya berpandangan, walau banyak pemain tidak bisa diturunkan, tidak menjamin PSMS jeblok di Dafonsoro. Sebab sebaliknya, dengan motivasi tinggi, sangat boleh jadi para pemain lapis kedua PSMS justru tampil lebih garang.

Sebab itu, kita bersama perlu bersinergi menjaga aura positif ini. Tanpa harus mencari pembenaran, marilah setiap komponen bersinergi melakukan fungsi masing-masing. Perpaduan komitmen manajemen, pelatih, tim, suporter dan masyarakat bakal jadi kekuatan mendongkrak prestasi di paruh musim ini. Salam Sada Roha!(raf)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved