Breaking News:

Suara Suporter

Realisasi Perbaikan Materi di Putaran Dua

Meraup total dua poin dari enam laga tandang jelas bukan hasil bagus. Tapi pencapaian ini tetap ada sisi positifnya.

Penulis: Randy P.F Hutagaol | Editor: Ismail
Realisasi Perbaikan Materi di Putaran Dua
ist
Icca Yusuf - Anggota KAMPAK FC
Laporan Wartawan Tribun Medan, Randy Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.com - Meraup total dua poin dari enam laga tandang jelas bukan hasil bagus. Tapi pencapaian ini tetap ada sisi positifnya. PSMS Medan IPL perlahan mulai menanjak! Dua hasil seri yang didapuk dari dua laga terakhir, setidaknya, menggambarkan adanya perbaikan simultan pada tubuh tim.

Tapi masih ada satu persoalan yang menggelayuti tim ini. Saat kontra Persiba Bantul, dua gol tim tuan rumah ke gawang Decky Adrian tercipta lebih karena melorotnya konsentrasi. Beruntung ketika itu Jecky Pasarela sedang onfire dan secara jeli berhasil memanfaatkan kelengahan Bantul. Kecenderungan serupa terulang pada duel kontra Persijap Jepara.

Artinya apa? Konsentrasi ini menjadi persoalan elementer. Melorotnya level konsentrasi dari menit ke menit menuju menit 90, mengakibatkan hilangnya koordinasi antar pemain dan antarlini. Ini memang ironis sebab dari beberapa laga PSMS Medan IPL yang tayang live, kita bisa melihat jika sesungguhnya PSMS mampu memberikan perlawanan. Bahkan ada yang bisa dominan tapi akhirnya tetap kalah juga.

Bila dijabarkan lebih detil, konsentrasi seharusnya diperoleh dari latihan berkesinambungan dengan intensitas medium hingga tinggi. Pastinya, pelatih sekelas Fabio Lopez yang notabene juga pernah menjadi talent scout klub Serie A Fiorentina FC paham betul bagaimana mengevaluasi dan meningkatkannya. Jika tidak ada perubahan, maka kemungkinan besar faktor usialah yang jadi penyebab. Sebagian besar pemain PSMS IPL, harus diakui, merupakan pemain-pemain yang "masa jayanya sudah lewat".

Masa tenggang persiapan yang relatif singkat tak bisa lagi dijadikan alasan yang relevan. Meski PT LPIS sangat buruk dalam tata kelola jadwal kompetisi, ada manfaat positifnya juga pengunduran jadwal berulang kali bagi pematangan persiapan tim, termasuk PSMS. Sekiranya alasan ini masih didengungkan, bukanlah kebenaran tapi pembenaran semata.

Berkutat di dasar klasemen menjadi tidak buruk bila dikorelasikan dengan pemain pemain di bawah standar. Sekali lagi, mari menyikapinya dengan positif. Tak ada pilihan, selain menghadirkan beberapa pemain pemain berkualitas di dalamnya. Manajemen tinggal merealisasikannnya jelang putaran kedua mendatang. Daripada meratap pada permasalahannya, lebih baik fokus pada solusi pembenahannya. Salam Ribak!(raf)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved