Zakat
2,5 Persen Gaji Karyawan Muslim Bank Sumut Masuk ke Zakat
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu mengatakan, zakat produktif sebenarnya
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu mengatakan, zakat produktif sebenarnya bisa dimulai dari penyaluran bantuan modal usaha untuk sektor usaha mikro.
Hal itu sudah dipraktikkan Gus Irawan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Bank Sumut sejak beberapa tahun lalu, yang sumber dananya berasal dari pemotongan 2,5 persn gaji karyawan muslim di Bank Sumut. Dari Zakat produktif itu, sudah lebih 5.000 keluarga prasejahtera yang mendapat bantuan modal usaha mikro.
Selain itu, secara pribadi Gus Irawan melalui Yayasan Murni Gus Irawan Foundation juga telah menyalurkan zakat produktif berupa dana modal usaha secara bergulir guna mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat seluas-luasnya kepada para mustahiq.
"Jika setiap pribadi muslim yang berkemampuan sadar membersihkan hartanya dengan membayar zakat dan setiap perusahaan di Sumatera Utara yang memiliki ribuan karyawan muslim mengorganisasikan pengelolaan zakat profesi, Insya Allah angka kemiskinan di Sumatera Utara dapat ditekan dan kita tidak akan melihat lagi ada pengemis di jalanan. Saya berkeyakinan ini bisa dilakukan kalau segenap elemen pemangku kepentingan, temasuk pemerintah daerah, berkomitmen kuat untuk mengimplementasikannya dan antar elemen penyalur zakat saling bersinergi" katanya, Kamis (15/3/2012) lalu.
Pada acara peletakan batu pertama pembangunan menara Masjid Al Ikhlas itu, Gus Irawan juga menyalurkan bantuan dari LAZ Bank Sumut sebesar Rp 5 juta dan bantuan dari Yayasan Murni Gus Irawan Foundation sebesar Rp 10 juta.(Irf/tribun-medan.com)