Breaking News:

Suara Suporter

Bayangan Sanksi FIFA Makin Terang

Tadinya publik sepakbola nasional telah mengusung ekspektasi tinggi terhadap wacana rekonsiliasi dua kubu

Penulis: Randy P.F Hutagaol | Editor: Ismail
Bayangan Sanksi FIFA Makin Terang
Roy Romero - Media Officer PSMS Medan Fans Club
Laporan Wartawan Tribun Medan, Randy Hutagaol

TRIBUN-MEDAN.com - Tadinya publik sepakbola nasional telah mengusung ekspektasi tinggi terhadap wacana rekonsiliasi dua kubu yang bertikai. Khususnya, saat tim rekonsiliasi dimediasi KONI sebagai induk organisasi olahraga. Tapi harapan akhirnya pupus juga.

PSSI ogah menghadiri pertemuan rekonsiliasi yang melibatkan tiga unsur: PSSI KPSI KONI. Ini aneh. Sebab sebelumnya, Djohar Arifin merupakan sosok yang paling sibuk mengupayakan rekonsiliasi. Tapi giliran rekonsiliasi dilakukan (lewat mediasi pihak KONI), justru PSSI yang "bertingkah".

Teranyar KONI mengeluarkan sembilan butir keputusan untuk mengakhiri kisruh. Butir butirnya memang tidak eksplisit kompetisi mana yang bakal dibubarkan. Sebab di dalamnya memang disediakan ruang dialog antar dua pihak PSSI KPSI.

Kongres Luar Biasa yang dilakukan KPSI ternyata bukan solusi konflik. Terbukti, dua kali KLB sudah digelar tanpa "ending" yang baik. Sebaliknya, dan ini memang fakta, KLB malah jadi mercusuar masalah berkepanjangan hingga saat ini.

Di sisi lain kongres tahunan (biasa) lebih solutif. Hanya syaratnya harus diikuti anggota klub dan pengprov yang sah berdasarkan kongres PSSI sebelumnya. Nah, kongres tahunan PSSI 18 Maret mendatang cacat hukum juga. Karena bisa dipastikan peserta, votersnya bukan lagi dari hasil Kongres sebelumnya.

Maka, pada dasarnya PSSI KPSI hanya mementingkan egoisme masing masing. FIFA memberi tenggat 22 Maret kisruh sepakbola nasional harus diselesaikan. Tampaknya sanksi FIFA akan diturunkan bagi sepakbola Indonesia.

Tapi agaknya saya cenderung melihat PSSI akan mengalah. Pasalnya, tekanan kian intens dari publik dan pemerintah. Anggota PSSI yang tergabung di KPSI sudah cukup memberi hantaman. Belum lagi pemerintah melalui SBY yang memberi teguran, Menpora Andi Mallarangeng juga menyetop anggaran untuk PSSI. Memang mereka tak bisa mengintervensi lebih jauh, barangkali itulah yang paling signifikan untuk dilakukan. Teranyar KONI mewanti wanti bakal mengambil alih PSSI jika tak ada titik terang.

Bila dilihat ke PSMS, wajah dan egoisme yang sama juga muncul. Kedua pihak tidak akan pernah mau bersatu karena menganggap apa yang mereka lakukan di klub sebagai pekerjaan mendulang duit. Bukan lagi pada dedikasi, karena prinsipnya menerima bukan memberi. Salam Hijau!(raf)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved