Zakat
Gus Irawan Harapkan Masjid Jadi Pusat Pengembangan Zakat Produktif
etua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu mengharapkan masjid menjadi pusat pengembangan zakat
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu mengharapkan masjid menjadi pusat pengembangan zakat yang bersifat produktif dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan umat melalui semangat kemandirian dan kewirausahaan.
Hal itu dikatakan Gus Irawan seusai melakukan peletakan batu pertama pembangunan menara masjid Al Ikhlas di Dusun III Desa Pujimulio Kecamatan Medan Sunggal Kabupaten Deliserdang, Kamis (14/3/2012) siang beberapa waktu lalu.
"Masjid memilki fungsi strategis tidak hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah sholat, melainkan juga sebagai pusat peradaban Islam, terutama pusat pengembangan ekonomi Islam dan fungsi sosial-ekonomi lainnya sebagaimana pernah dicontohkan oleh Rasulullah," kata Gus Irawan yang juga dikenal sebagai Direktur Utama Bank Sumut.
Dikatakan Gus Irawan, tanpa mengabaikan zakat yang bersifat konsumtif, ummat Islam di Indonesia perlu membangun kemandirian kaum dhuafa khususnya para mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) melalui semangat kewirausahaan dengan memberikan modal usaha yang bersumber dari zakat, khususnya zakat mal (harta) ataupun zakat profesi.
Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kata Gus, masih sangat banyak warga yang hidupnya berada di bawah garis kemiskinan. "Zakat produktif merupakan solusi untuk mengentaskan kemiskinan, karena zakat produktif inilah yang dapat mendorong keluarga prasejahtera untuk berusaha mandiri agar keluar dari garis kemikskinan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyebutkan, potensi zakat di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 217 triliun, tapi yang bisa terhimpun baru Rp 1,5 triliun. “Masih rendahnya kesadaran masyarakat berzakat disebabkan oleh masih banyaknya ummat Islam yang belum memiliki kesadaran untuk menunaikan kewajiban membayar zakat dan belum optimalnya sinergi antar lembaga amil zakat sehingga perlu dilakukan akselerasi,” ujarnya.(Irf/tribun-medan.com)