Citizen Reporter

Terpaksa Jual Tur di Jawa

SAYA mengikuti pameran paket wisata domestik dan internasional terbesar di Malaysia, Malaysian Association of Tour & Travel Agents (MATTA) Fair 2012

TRIBUN-MEDAN.com - SAYA mengikuti pameran paket wisata domestik dan internasional terbesar di Malaysia, Malaysian Association of Tour & Travel Agents (MATTA) Fair 2012, di Putra World Trade Centre (PWTC) Kualalumpur, Malaysia, 16 - 18 Maret 2012

Keikutsertaan BWB Tour Travel yang saya kelola bersama beberapa travel serta hotel dari Medan serta dari daerah lain di Indonesia, di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebelumnya ekspo digelar, digelar table top,  pertemuan antar agen dan hotel Indonnesia sebagai buyer dan travel agent Malaysia sebagai seller di Ballroom Hotel Renaisance, Kualalumpur, pada 14 Maret.

Selanjutnya sejak 16 - 18 Maret, BWB Tour Travel bersama sekitar 100 delegasi Indonesia mengikuti Expo MATTA Fair di booth Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Event expo pariwisata yang terbesar di Malaysia ini diadakan dua tahun sekali.

Saya melihat begitu besarnya animo masyarakat Kualalumpur mengunjungi event ini meskipun harus mengeluarkan biaya tiket sekitar 3 ringgit Malaysia atau Rp 9.000.

Respons masyarakat Malaysia cukup besar terhadap booth Indonesia, terutama Paket Wisata Bandung, Jakarta, Bali, dan Jogja.

Sedangkan untuk paket wisata Sumut, terbilang masih kecil.
Saya pun terpaksa menerapkan strategi mix produk unggulan Paket  tur Sumut dan Paket Solo dan Jawa Tengan, termasuk Borobudur Semarang plus halfday Tur Jogjakarta.
Kami harus siap menjual Paket Bandung karena pada saat bersamaan travel agent Bandung kewalahan melayani pengunjung lainnya.
Warga Malaysia rata-rata mengaku sudah pernah ke Medan sudah cukup sekali, karena objek wisatanya tidak ada perkembangan dan terlalu letih dalam perjalanan ke Medan- Danau Toba.

Belajar dari, MATTA Fair 2012, kami berharap pemerintah daerah di Sumut, mulai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menciptakan law inforcement untuk mendukung terciptanya sebuah grand design Tahun Kunjungan Pariwisata Sumatera Utara. Jika tidak, pariwisata Sumut semakin tertinggal dari daerah wisata lain.

Misalnya, Pemprov Sumut berani mencanangkan Visit North Sumatera 2015. Sehingga dalam dua tahun ini, pemerintah masih bisa mempersiapkan sarana baik secara langsung dengan APBD maupun dengan sistem kemitraan pihak swasta.(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved