Intensifikasi Gagal Tidak Pengaruhi Produksi
Kabid Produksi Dinas Perkebunan Sumut Herawati menegaskan, dengan gagalnya intensifikasi kopi ia meyakini volume
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kabid Produksi Dinas Perkebunan Sumut Herawati menegaskan, dengan gagalnya intensifikasi kopi ia meyakini volume tidak akan terganggu karena hanya waktunya saja yang terlambat. Tetapi tetap, molornya intensifikasi akibat peserta tender keseluruhannya gugur akan disosialisasikan. Hal itu diutarakannya di Medan, Selasa (10/4).
Padahal sebelumnya pihaknya telah menetapkan kawasan Simalungun ketimbang kawasan lain, ia sebut karena potensi produksi kopi arabika di Simalungun kian menunjukkan perkembangan positif selain Langkat, Humban, Tapanuli Utara dan Dairi.
"Kalau ini berhasil kami berharap per hektarnya bisa menyumbang 1,2 ton produksi atau dengan kata lain 1200 ton bisa terproduksi di sana. Pengerjaannya sendiri sudah dimulai dari sekarang dan pada bulan Juni-Juli tahun ini pemerintah pusat akan mulai mendistribusikan pupuk, bahan untuk memberpaiki kualitas tanah, pemberantas hama, dan gunting pangkas," ujar Kadis Disbun Aspan Sofian yang ditemani Herawati saat itu.
Ditambahkannya, kawasan Simalungun akan tetap menjadi sentral kegiatan dan tidak akan diubah. Artinya kegiatan yang melibatkan 1199 petani dari 11 kecamatan yang ada di Simalungun akan tetap diakomodir.
(irf/tribun-medan.com)