Citizen Reporter

14 April, Hijau Daun di Hotel Danau Toba

Empat bulan yang lalu ketika hadir di Medan saya merasa ada yang kurang dalam hal entertainment. Banyaknya hotel dan tempat hiburan di sini

Editor: akb lama
Wempy Jovanka Entertaiment Manager Hotel Danau Toba International Medan

Laporan wartawan Tribun Medan / Irfan Azmi Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Empat bulan yang lalu ketika hadir di Medan saya merasa ada yang kurang dalam hal entertainment. Banyaknya hotel dan tempat hiburan di sini, nyatanya tak banyak SDM lokal bekerja di dalamnya dan malah orang-orang yang sebelumnya saya kenal ketika bermukim di Bandung dan Jakarta sebagai penggerak dunia hiburan seperti pub misalkan.

Sebagai individu yang bekerja di dunia hiburan, saya ingin membangkitkan semangat itu di sini. Artinya penggiat seni di Medan tidak melulu sebagai pencontoh dari kegiatan yang sudah dilakukan di kota Bandung atau Jakarta. Adopsi event masih sangat kentara di sini padahal perkembangan dunia hiburan terus bergerak.

Hari ini saya bekerja di Hotel Danau Toba International. Lebih lengkap sebagai entertainment manager. Langkah awal yang saya lakukan adalah menggelar beach party bertempat di areal swimming poll tepat pada saat perayaan malam tahun baru lalu.

Sekilas hal itu boleh jadi perdana dilakukan manajemen hotel yang ada di Medan tetapi lain cerita tatkala Anda berada di Bandung. Menggelar event hiburan berada di outdoor di sini adalah hal yang tak lazim. Tetapi terbukti efektif. Lihat saja ketika malam tahun baru areal swimming poll kami ramai dipadati masyarakat.

Nah, saya ingin mengulang kesuksesan itu dengan menghadirkan perfomance Band Hijau Daun pada tanggal 14 April ini mulai pukul 18.00 WIB hingga tengah malam. Baik itu sponsor, manajemen band dan pihak owner hotel Danau Toba sendiri mengaku baru kali pertama mendukung event seperti ini.

Rasanya sayang hotel sebesar danau Toba yang menjadi hotel yang memiliki swiming poll terbaik dengan konsep tradisional tidak dimanfaatkan. Saya asli Bandung dan tidak pernah melihat hotel memiliki kolam renang dengan aksen layaknya berada di pantai dihiasi oleh pohon kelapa.

Jadi sebenarnya itu yang ingin saya jual di Medan. Kenapa harus mengikuti modernisasi dalam hal entertaiment sementara ada yang bisa dijual dengan menampilkan kesan kontemporer di event musik. Toh, penggabungan antara musik modern dengan areal klasik lebih menambah pengalaman kepada pengunjung.

Mangkanya saya sedikit heran kenapa tidak pernah dimanfaatkan semaksimal mungkin swimming poll hotel ini. Pada event musik yang menghadirkan band Hijau daun nanti, saya tidak melulu menginginkan laba bersih. Target 250 pengunjung dengan harga masuk Rp50ribu per orang saya pikir sangat murah.

Apalagi harga tersebut telah include, di mana pengunjung bisa memesan minuman atau makanan ringan. Jujur saya tidak menginginkan jumlah massa yang banyak di event musik seperti ini. Target saya lebih ke kualitas dan privasi. Dengan terbatasnya pengunjung saya sadar event lebih terkontrol dan merasa nyaman.

Sembari menikmati musik Hijau Daun yang lebih dulu dipanaskan oleh DJ dan band regge lokal, kami siapkan pula paket tambahan untuk makanan dan minuman kepada pengunjung start harga Rp500ribu sampai Rp 1,5 juta. (irf/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved