Breaking News

"Kalau Basah, Jangan Marah"

Songkran water festival yang tadinya hanya dapat dilihat di Thailand, kini anda bisa melihatnya langsung di Medan.

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Medan/Averiana Barus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Songkran water festival yang tadinya hanya dapat dilihat di Thailand, kini anda bisa melihatnya langsung di Medan.

Dalam acara penyucian Vihara Budha Salaprakcha Semakhom di Jalan Pasar III Medan Sunggal, Medan. Acara yang sejatinya untuk menyucikan diri ini digelar di jalan raya depan Vihara. "Acara songkran ini sebetulnya bukan yang utama. Ini hanya acara tambahan untuk memeriahkan setelah menyucikan dan menyakralkan vihara baru ini," tutur Nora, panitia Songkran Festival 2012, Jumat (13/4/2012).

Acara yang diawali dengan penyiraman tangan Bhante dan Rupang Budha itu berlangsung cukup kondusif walau terlambat dari yang diumumkan panitia. Hampir jam 1 siang acara Songkran baru akan dimulai. banyak peserta yang sebelumnya mengikuti upacara di dalam vihara keluar mempersiapkan diri mereka untuk berbasah-basahan.

Dua tangki PDAM sudah stand by di sebrang gerbang Vihara dengan kubah teratai ini. Sementara di sisi lain dua orang laki-laki mengisi puluhan balon warna-warni dengan air yang nantinya akan digunakan untuk saling lempar. Begitu MC mengumumkan songkran akan dimulai, peserta, terutama anak-anak yang telah dibubuhi bedok (sejenis bedak) di wajah dan kening mereka tak dapat menahan diri mereka untuk saling melempar hingga harus distop oleh panitia karena rupanya air-air yang akan disemprotkan itu harus terlebih dahulu disucikan setelah menyucikan gerbang masuk vihara.

Sang Bhante yang datang dari Thailand, Lungpho Mee Chai sudah siap dengan peralatannya untuk melakukan ritual penyucian air. Dalam usianya yang sudah senja, banthe menaiki tangki PDAM dengan dibantu beberapa orang panitia untuk menuliskan sesuatu di atas gerbang masuk vihara dan menyucikan air yang ada di tangki. Setelah sang banthe menyemprotkan air ke arah peserta, mereka langsung menyambutnya dengan tepuk tangan dan langsung saling lempar air balon. Tak ketinggalan petugas PDAM turut menyemprotkan air dari selang tangki dalam volume yang besar ke segala arah. Setelah puas saling menyiram di antara mereka, ember dan gayung kini ikut dalam pesta yang biasanya dilakukan di Thailand untuk menyambut musim kemarau untuk menyucikan diri, saling memaafkan, dan bersuka ria.

Ibu-ibu menyiram siapa saja yang dilihatnya dan mengejar ke mana saja sedapatnya. "Kalo kena basah nggak boleh marah," tutur mereka. Termasuk yang paling heboh ibu-ibu turis dari Thailand yang kebetulan berkunjung. Anak-anak adalah orang yang paling berbahagia di acara itu. Mereka berlarian, berteriak, tertawa lepas, dan tak henti-hentinya saling menyiram.

Tak ada yang betul-betul selamat dari siraman air suka cita itu. Para ibu-ibu itu mengejar siapa saja tak perduli mereka memegang kamera atau yang lainnya. Maka ajang kejar-kejaranpun menjadi pemandangan yang sungguh ceria siang itu. Tak pelak, mereka semua basah kuyup termasuk beberapa kameramen yang sudah mempersiapkan peralatan mereka supaya aman dari siraman.

Sekitar satu jam acara siram-siraman belum juga usai walau semangatnya sudah mulai turun. Dua tangki PDAM sudah membanjiri jalan raya depan vihara dan menghentikan seluruh lintasan. Masih ada saja yang iseng mengguyur yang lainnya tak perduli sudah ganti baju atau belum. Namun mereka semua bersuka ria dan puas. Setelah siram-siraman berhenti mereka menikmati sajian kuliner dari bazaar.

"Songkran masih akan dilaksanakan hari ini (14 April) pukul 12.30 sampai selesai. Itulah yang terakhir," ujar Aziza, pihak event organizer yang mengelola acara itu. Selain basah-basahan, pengunjung juga diperkenankan donor darah dari PMI, lomba mewarnai, lomba fotografi bertema art of vihara, oil canvas painting, dan lain-lain. Puncak acara ini hari Minggu dengan ritual sembahyang mengelilingi tumpukan pasir yang sudah disediakan di halaman vihara yang dipimpin oleh bikku dari Borobudur. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved