Kecelakaan Sukhoi
15 Jasad Korban Sukhoi Teridentifikasi
Proses identifikasi yang dilakukan oleh tim forensik gabungan dari Diseaster Victim Identification (DVI)
Setelah beberapa waktu lalu tim berhasil mengidentifikasi satu jasad korban, Kepala Rumah Sakit Polri, Bhayangkara, Kramat Jati Brigadir Jenderal Agus Prayitno mengungkapkan, tim tersebut kembali berhasil mengidentifikasi sebanyak 14 jasad korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012) lalu.
"Saat ini yang kami laporkan ada 14 korban yang dinyatakan teridentifikasi. Dua belas warga negara Indonesia, dua warga negara asing. Jenis kelamin, sembilan laki-laki, lima perempuan," kata Agus Prayitno saat jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jumat (18/5/2012).
Hasil identifikasi tersebut diambil dari 35 kantong jenazah, 30 di antaranya terdiri dari body parts dan lima kantong berisi barang-barang yang dikenakan. Sementara, proses pengangkutan melalui jalur udara dari lokasi jatuhnya pesawat ke Jakarta terus berlangsung.
Agus mengatakan, proses identifikasi tersebut berasal dari pemeriksaan data primer, yaitu DNA, pemeriksaan medik, barang-barang yang dikenakan serta gigi geligi. Dengan demikian, tim telah mengidentifikasi 15 jasad korban pesawat berbendera Rusia tersebut.
"Namun, ini bukan merupakan hasil akhir karena masih akan berlangsung," kata Agus Prayitno.
Diberitakan sebelumnya, penerbangan yang dilakukan pesawat Sukhoi Superjet 100 merupakan bagian dari demo flight yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi asal Rusia kepada perusahan penerbangan di Indonesia.
Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Pelabuhan Ratu pada Rabu (9/5/2012), pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang sekitar 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdanakusuma dalam kondisi selamat.
Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB dengan mengangkut 45 orang, delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga negara Rusia, satu orang warga negara Amerika Serikat, satu orang warga negara Perancis, dan sisanya warga negara Indonesia.
