Kecelakaan Sukhoi

15 Jasad Korban Sukhoi Teridentifikasi

Proses identifikasi yang dilakukan oleh tim forensik gabungan dari Diseaster Victim Identification (DVI)

Tayang:
15 Jasad Korban Sukhoi Teridentifikasi - hyrufhjdsfhy.jpg
KOMPAS/ALIF ICHWAN
Korban Teridentifikasi Satu Orang - Jumpa pers yang dihadiri oleh (dari kiri ke kanan) Direktur Eksekutif DVI Kombes Anton Castilani, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli, Kepala Rumah Sakit RS Polri Sukanto Brigjen Agus Prayitno dan Pemeriksa Madya kesatuan pusat Inafis Bareskrim Mabes Polri AKBP H. A. Taufik, berlangsung di Rumah Sakit Polri RS. Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (16/5/2012). Isi dari jumpa pers tersebut masih terkait proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, serta menjelaskan bahwa tim DVI telah melakukan proses rekonsiliasi yaitu mencocokkan data antemortem dengan postmortem dan satu korban telah teridentifikasi Warga Negara Indoensida berjenis kelamin laki-laki.
TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Proses identifikasi yang dilakukan oleh tim forensik gabungan dari Diseaster Victim Identification (DVI) dan Identification Indonesia Automatic Finger Prints Identication System (Inafis) Mabes Polri terus membuahkan hasil.

Setelah beberapa waktu lalu tim berhasil mengidentifikasi satu jasad korban, Kepala Rumah Sakit Polri, Bhayangkara, Kramat Jati Brigadir Jenderal Agus Prayitno mengungkapkan, tim tersebut kembali berhasil mengidentifikasi sebanyak 14 jasad korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012) lalu.

"Saat ini yang kami laporkan ada 14 korban yang dinyatakan teridentifikasi. Dua belas warga negara Indonesia, dua warga negara asing. Jenis kelamin, sembilan laki-laki, lima perempuan," kata Agus Prayitno saat jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jumat (18/5/2012).

Hasil identifikasi tersebut diambil dari 35 kantong jenazah, 30 di antaranya terdiri dari body parts dan lima kantong berisi barang-barang yang dikenakan. Sementara, proses pengangkutan melalui jalur udara dari lokasi jatuhnya pesawat ke Jakarta terus berlangsung.

Agus mengatakan, proses identifikasi tersebut berasal dari pemeriksaan data primer, yaitu DNA, pemeriksaan medik, barang-barang yang dikenakan serta gigi geligi. Dengan demikian, tim telah mengidentifikasi 15 jasad korban pesawat berbendera Rusia tersebut.

"Namun, ini bukan merupakan hasil akhir karena masih akan berlangsung," kata Agus Prayitno.

Diberitakan sebelumnya, penerbangan yang dilakukan pesawat Sukhoi Superjet 100 merupakan bagian dari demo flight yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi asal Rusia kepada perusahan penerbangan di Indonesia.

Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Pelabuhan Ratu pada Rabu (9/5/2012), pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang sekitar 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdanakusuma dalam kondisi selamat.

Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB dengan mengangkut 45 orang, delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga negara Rusia, satu orang warga negara Amerika Serikat, satu orang warga negara Perancis, dan sisanya warga negara Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved