Kecelakaan Sukhoi
Basarnas dan Menkokesra akan Berikan Penghargaan ke Tim SAR
Upaya pencarian dan pengangkatan korban pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor,
Atas upayanya ini, Badan SAR Nasional dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono akan memberikan sejumlah penghargaan kepada para pejuang kemanusiaan itu. "Untuk mengapresiasi kerja keras dari para relawan dari tim SAR gabungan, kami dari Basarnas dan Menkokesra nanti akan memberikan penghargaan berupa sertifikat," ujar Humas Basarnas, Gagah Prakoso, Rabu (23/5/2012), di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Penghargaan akan diberikan kepada perwakilan dari TNI, Basarnas, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), dan pecinta alam. Prosesi penyerahan penghargaan ini akan dilakukan bersamaan dengan rangkaian acara serah terima jenazah di Bandara Halim Perdana Kusuma pagi ini.
Gagah mengatakan, rencananya, wartawan-wartawan peliput kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor juga akan diberikan penghargaan oleh Basarnas. "Rencananya akan diberikan minggu depan khusus untuk wartawan. Diberikan penghargaan karena bentuk apresiasi atas keikutsertaan melakukan peliputan di Gunung Salak," tandasnya.
Sebelumnya, pesawat Sukhoi Superjet 100 yang tengah melakukan joyflight pada Rabu (9/5/2012) lalu mengalami kecelakaan setelah menabrak lereng batu Gunung Salak. Seluruh awak dan penumpang pesawat yang berjumlah 45 orang turut menjadi korban. Untuk mengetahui posisi kecelakaan pesawat, tim SAR sempat mengalami kesulitan karena sinyal darurat melalui electronic locator transmitter (ELT) tidak ditangkap terminal Basarnas maupun Bandara Soekarno Hatta.
Posisi pesawat baru diketahui pada Jumat (10/5/2012) pagi setelah sinyal ELT pesawat Sukhoi tertangkap pesawat Basarnas. Setelah itu, tim SAR gabungan yang sudah mendaki sejak Rabu malam berhasil mencapai lokasi yang cukup sulit karena berada di kemiringan 85 derajat. Di lokasi itu, tim menemukan puing-puing pesawat yang sudah luluh lantak dan sejumlah bagian tubuh korban.
Upaya evakuasi juga menjadi rintangan tim bekerja. Pasalnya, untuk mengangkut jenazah dari lokasi kecelakaan ke pesawat heli kopter perlu dibuat tali sling sejauh ratusan meter. Tim SAR juga menerjukan para pemanjat tebing handal lantaran tebing yang dimikian terjal. Evakuasi berlangsung berhari-hari, tim SAR bahkan harus menginap di antara tumpukan jenazah dan puing-puing pesawat dengan menggantung di tali.
Badan SAR Nasional akhirnya memutuskan menghentikan evakuasi pada Jumat (18/5/2012). Dari bagian tubuh korban yang berhasil dievakuasi, tim Disaster and Victim Identification (DVI) Indonesia akhirnya berhasil mengidentifikasi seluruh awak dan penumpang pesawat.
