Seorang Wali Kota Harus Punya Sopan Santun

Kondisi Kota Pematangsiantar akan semakin buruk jika wali kota Hulman Sitorus tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi

Grogol K Butar-butar, Mantan Ketau KNPI Pematangsiantar

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Kondisi Kota Pematangsiantar akan semakin buruk jika wali kota Hulman Sitorus tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik. Selama ini, tidak ada komunikasi yang memiliki sopan santun dilontarkannya. Kita kahwatirkan kondisi ini akan semakin buruk dan semakin membawa Kota Pematangsiantar ke kemunduran.

Saya sendiri tidak menginginkan adanya ungkapan Hulman yang memberitahukan dirinya seorang penjudi dan tidak seorang pelaku politik. Sebab, jabatan yang dia pangku saat ini adalah jabatan politik. Dan adanya ucapan-ucapan yang mengatakan, bahwa seorang presiden saja hancur sangat kita sesalkan.

Jika memang tidak mampu lagi menyampaikan orasi atau sambutan yang baik, sebaiknya Hulman Siorus SE agar meletakkan jabatannya. Jangan gagah-gagahan dalam membawakan kepemimpinan yang nyatanya tidak memiliki konsep. Dimana, kota ini butuh pembangunan yang terkonsep. Bukan amburadul seperti yang ditunjukkan melalui cara bicaranya itu.

Kemudian, dengan mengakui dirinya bukan seorang politikus, sangat menciderai penerbitan SK susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat yang diterbitkan DPP Partai Demokrat. Katanya. Sebab, saat ini, Partai Demokrat adalah partai yang mengusung duduknya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden RI. Ini akan menjadi preseden buruk, dan akan mejadikan citra partai Demokrat jatuh dimata masyarakat. Terutama kosntituennya.

Jadi, jika memang SK itu benar-benar dikeluarkan oleh DPP Partai Demokrat diminta untuk ditinjau kembali. Sangat miris rasanya. Dimana banyak pengakuan dan pernyataan yang sangat menyesalkan dan melukai hati rakyat Pematangsiantar yang telah memilihnya dan duduk sebagai Wali Kota.

Kemudian, saya sarankan kepada seluruh rakyat Pematangsiantar dan anak rantau yang mengaku sebagai Siantarmen juga mengambil sikap. Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut kota ini akan hancur. Makanya, semua harus ambil bagian. Patut kita prihatin, sebab pembangunan yang tidak jalan juga sangat lemah pengawasan dari DPRD kota Pematangsiantar.

Jadi jika bukan rakyat langsung yang turun tangan, ini akan menjadi-jadi dan semakin tidak terarah. Untuk itu, perubahan pola laku dan cara pola pikir Hulman Sitorus jangan menyamakan pemerintahan kota dengan sebuah perusahaan. Ini adalah birokrasi, bukan perusahaan pribadi yang bisa suka-suka. (afr / www.tribun-medan.com)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved