Pariwisata Sumut

Siapa Bilang Pariwisata Sumut Hanya Danau Toba

Siapa bilang Sumatera Utara hanya bisa mengandalkan Danau Toba sebagai tujuan wisata

General Manager Blue Bird Cabang Medan, Robert Purba

TRIBUN-MEDAN.com,  Siapa bilang Sumatera Utara hanya bisa mengandalkan Danau Toba sebagai tujuan wisata. Meski belum lama menetap di Medan, saya kerap melakukan perjalanan ke spot-spot yang tidak familiar dikunjungi warga pada umumnya.

Kali ini saya ingin bercerita mengenai Tongging. Lokasinya yang tidak begitu jauh dari Medan, tercatat sekitar dua jam menempuh perjalanan melalui Berastagi, masyarakat sebenarnya sudah bisa disuguhkan panorama yang sangat indah.

Lokasinya yang berada diatas bukit, membuat pemandangan terlihat jelas didepan mata. Apalagi tidak begitu jauh, kita juga bisa berkunjung ke Air Terjun Sipiso-Piso, yang kalau boleh saya katakan amazing untuk ukuran Sumatera Utara.

Tetapi itu, konsep penataan ruang untuk media pelayanan wisatawan yang berkunjung ke Tongging atau Sipiso-piso belum begitu maksimal. Dalam dua tahun terakhir saya sudah kali keempat berkunjung sembari menginap di Tongging. Tetapi itu diluar saya hadir di sana sekedar datang dan makan santai bersama teman.

Andai saja terdapat joglo atau fasilitas yang bisa terbangun untuk mengakomodir wisatawan, keyakinan saya semakin kuat Tongging bisa menjadi pilihan wisata bagi masyarakat Medan, ketimbang harus jauh-jauh ke Danau Toba yang menghabiskan waktu sekitar lima jam ke sana.

Tercatat ketika berkunjung ke Tongging beberapa bulan lalu, satu hotel baru terbangun di sana. Meski tidak mewah dan belum bertaraf hotel berbintang, berdirinya satu hotel di kawasan Tongging membuat warna baru di kawasan tersebut.

Pengunjung yang tadinya hanya datang dan menginap di Berastagi, tidak harus melakukan hal itu lagi. Jujur saya bersyukur bisa mengenal lokasi Tongging. Bagi pekerja asal Jakarta yang terbiasa hidup dengan kemacetan, ketika hadir di Medan saya merasa puas menginjakkan kaki di Tongging. Dua jam perjalanan dari Medan ke lokasi saya pikir setara dengan apa yang saya dapat di sana.

Selain Tongging, sebenarnya saya juga sangat rajin berkunjung ke lokasi-lokasi wisata alam lain di Sumatera Utara. Sebut saja Kepulauan Nias. Di Nias bersama keluarga saya menghabiskan waktu ke kawasan Bawumataluo, tempat acara sakral yang sering disebut Lompat Batu Nias.

Selanjutnya, pada kawasan Nias Selatan, bersama keluarga saya kerap berkunjung ke pantai. Bermain surving dan memancing adalah hal yang sangat jarang saya lakukan ketika berada di Jakarta. Tetapi sayang, sebagai warga yang baru hadir di Medan saya melihat potensi wisata Nias belum dimanfaatkan secara tepat oleh Pemerintah Provinsi.

Akses jalan yang belum memadai, penerbangan yang belum begitu banyak dan akses armada kapal yang tidak modern, membuat keinginan besar untuk tetap berkunjung ke sana harus dipertimbangkan matang-matang.(Irf/tribun-medan.com)

Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved