Ajang Branding Berbagai Vendor

Jujur sebenarnya saya sudah menyakini gawean akbar yang digelar saban tahun bernama Indonesia Celluler Show

Rizaldi Gultom, Coorporate Communication XL Sumatera

Laporan Wartawan Tribun Medan / Irfan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jujur sebenarnya saya sudah menyakini gawean akbar yang digelar saban tahun bernama Indonesia Celluler Show, akan menarik perhatian bukan hanya dari kalangan pebisnis Jakarta melainkan seluruh Indonesia.

Bertempat di Jakarta Convention Hall, pagelaran yang dilaksanakan sejak 6-11 Juni mendatang ini, menjadi ajang tahunan di mana pada tahun 2012 ini menjadi pelaksanaan ke-9 kalinya. Berbisnis atau sekedar mencari relasi menjadi pemandangan lazim yang dilakukan pengunjung di areal acara yang lokasinya masuk di wilayah Senayan tersebut.

Bagaimana tidak, hampir seluruh vendor ponsel, IT dan komunikasi terlibat di dalamnya. Panitia juga saya perhatikan terlihat fair, dengan memberikan kesempatan tidak hanya vendor global untuk ikut berpartisipasi, melainkan vendor lokal yang marak hadir di Indonesia kini.

Dalam hal harga, sebenarnya penawaran yang dilakukan berbagai vendor di sana tidak begitu berbeda ketika berjualan di kota Medan. Namun sebagai ajang tahunan dan terbesar di Indonesia, produk-produk terbaru dari berbagai merek menjadi poin terpenting masing-masing vendor.

Khusus ponsel saya malah tidak bisa membedakan lagi yang mana vendor lokal dan global. Sebab dalam hal penampilan dan kualitas produk yang dipamerkan semuanya bersaing ketat. Namun yang jelas tablet atau ponsel berkarakter Android dan touch screen menjadi incaran pengunjung, dan itu bisa saya lihat setiap kali berkunjung ke stand-stand ponsel konsumen selalu memburu produk seperti demikian.

Sebenarnya saya juga tidak menyangka jika beberapa stand ada pula yang menjual perlengkapan pendamping IT. Misal latter case atau casing. Dalam benak saya, label Indonesia Celluler Show lebih mengedepankan produk ponsel dan IT kelas dunia. Namun siapa sangka, panitia juga menghadirkan industri telekomunikasi seperti operator, handset vendor, content provider dan mobile accessories.

Wajar saya pikir panitia cukup berhasil mendatangkan ribuan orang pada saat pembukaan event tersebut. Konsentrasi penggunaan produk ponsel dan IT yang selama ini dekat dengan kaula muda, sama sekali tidak tercermin dalam kegiatan ini. Sebab kalangan mapan atau senior dengan usia 40-an tahun keatas, toh sangat banyak berseliwuran di lokasi.

Dengan hadirnya saya di acara seperti itu, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia menjadi pasar potensial produk gedget dunia. Hal itu juga sejalan dengan yang diutarakan Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarni, yang mengaku event tersebut sejatinya bertujuan sebagai strategi bisnis, memperluas networking, mendorong penjualan, brand awareness, serta meningkatkan market share sebuah perusahaan informasi dan komunikasi di Indonesia.

Seperti yang saya jelaskan diatas tadi, sales atau penjualan tidak semata-mata dikejar berbagai vendor di ajang ini. Branding dan netwoking yang luar menjadi daya tarik beberapa vendor mengikuti acara. Itu juga bisa terlihat, masing-masing vendor mencoba menampilkan sedemikian rupa stand-nya untuk menarik perhatian pengunjung.

Pagelaran ini sendiri sebenarnya hampir serupa dengan event Mega Bazar Komputer yang digelar beberapa bulan lalu di Hotel Santika Medan. Namun yang berbeda adalah, peserta pada event ini lebih banyak dan sould out tanpa tanggung-tanggung merencanakan konsep pagelaran. Yang membuat saya sendiri di Medan belum pernah melihat acara sekaliber ini.

Dyandra, sebagai perancang kegiatan Indonesia Celluler Show dan juga pelaksana Mega Bazar Komputer di Medan beberapa waktu lalu saya pikir memang berhasil memanjakan pengunjung. Meski berdesakan di areal parkir dan mengenakan tarif Rp 5000 per orang untuk masuk ke acara, tidak ada sedikitpun saya lihat kekecewaan di mata konsumen.

Saya pikir Medan harus mampu melaksanakan kegiatan serupa. Di mana pun acaranya nanti di gelar, Medan yang kini dijadikan sebagai kota bisnis di Indonesia, saya anggap berhak melakukan event serupa. Sekarang bagaimana pelaku usaha dan masyarakat di kota Medan. Apakah siap  atau tidak melakukannya.

Sebab ini bukan saja masalah bisnis, tetapi juga wisata. Saya yakin pemegang keputusan dari berbagai vendor akan hadir di Medan jika benar pelaksanaan event mirip ini bisa dilaksanakan. Hotel dan travel agent harus siap memainkan perannya. Pemerintah pun saya pikir harus ambil bagian untuk menjamin kota Medan tertib dan aman jika benar-benar Medan akan menggelar event serupa. (Irf/tribun-medan.com)

Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved