Tongkrongan Baru, Ngopi sambil Dengar Live Musik

Kota Medan semakin ramai saja dengan tempat-tempat nongkrong anak muda untuk menghabiskan waktu mereka sambil menikmati kopi.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Averiana

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kota Medan semakin ramai saja dengan tempat-tempat nongkrong anak muda untuk menghabiskan waktu mereka sambil menikmati kopi.

Konsep yang mereka tawarkan pun berbeda-beda, mulai dari dekorasi unik, live musik, dan tak ketinggalan harganya yang murah. Music Cafe baru saja me-launching coffe shop dengan menawarkan live music sebagai bonus bagi pelanggannya.

"Musik itu universal. Siapa saja bisa masuk di dalamnya. Nantinya kita akan menawarkan musik yang berbeda-beda setiap malamnya. Mungkin R and B hari Senin, jazz selasa, akustik rock hari yang lain," ujar Tengku, konsultan cafe ini, Jumat (15/6/2012).

Walau bertajuk coffe shop, Tengku mengatakan jika cafe ini menawarkan beragam minuman dan makanan.

"Kita ada sekitar 150 menu minuman, mulai dari kopi seperti kopi Sidikalang, Aceh, dan Toraja; helathy juice, teh, hingga mix fruit. Untuk makanan mulai dari lokal hingga western seperti pasta, spagetti, steak, yang pasti makanan kita gebrakan baru deh di Medan," ujarnya lagi.

Nantinya, kata Tengku, penikmat kopi akan dimanjakan oleh kopi-kopi premium seperti luwak dan kopi-kopi impor.

Untuk makanan ringan, Alumnus NHI ini menuturkan jika mereka akan tetap menyediakan favorit lokal seperti kentang goreng, tempe mendoan, namun juga menyediakan menu-menu unik seperti colenak khas Bandung.

"Kadang orang nongkrong maunya makanan ringan, jadi kita sediakan jugan banyak jenis makanan ringan yang berkualitas dan tentu saja enak," katanya lagi.

Chef-nya, Music Cafe mendatangkannya dari Bandung. Bukan tanpa alasan, Tengku mengatakan jika Chefnya tersebut sudah cukup berpengalaman dari Bandung selain juga memang background pendidikannya perhotelan.

Music Cafe yang berada di jalan Dr. Mansyur no 76 Medan ini didesain unik, natural glamour. Dinding cafe ini dicat warna-warna cerah dengan perpaduan lampu gantung berwarna biru, dan atapnya dibiarkan alami tanpa sentuhan warna.

Di sekitar dindingnya dihiasi alat-alat musik tradisional seperti kecapi dari berbagai daerah dan ukiran-ukiran kayu yang eksotis. Di salah satu dindingnya disediakan big screen yang menurut Tengku akan digunakan untuk nonton bersama acara bola, F1, atau film-film klasik. Di sudut kanan bangunan berlangit-langit tinggi ini disediakan music corner lengkap dengan music light yang nantinya digunakan para musisi menghibur konsumen Music Cafe.

Tempat nongkrong ini dilengkapi sekitar 180 tempat duduk dan puluhan karyawan yang ramah siap melayani pelanggan serta ventilasi yang cukup maksimal sehingga cukup nyaman untuk menghabiskan waktu sekadar menunggu jadwal kuliah atau sambil browsing-brwosing karena di cafe ini tersedia Wi-Fi.

Belajar dari banyak pengalaman Tengku melihat servis restoran atau cafe di Medan, Ia menawarkan servis yang cepat dan friendly. "Kita jualan paket minuman/makanan, suasana, dan servis. Jadi ketiganya harus saling mendukung. Kalau produk tidak enak bisa kita ganti, kalau servis itu tidak bisa diganti, jadi saya juga pelan-pelan mengubah mind set waiter atau waitess untuk memberikan servis terbaik pada pelanggan," ujarnya.

Berada di daerah yang didominasi oleh mahasiswa, Music Cafe menawarkan harga terjangkau mulai dari harga Rp 5000-an hingga yang paling mahal Rp 18 ribuan rupiah. Tengku mengklaim jika weekdays mereka akan beroperasi hingga pukul 1 dini hari dan weekend tergantung konsumen.

"Kalau ada acara bola atau kira-kira ada beberapa konsumen kita masih
ingin nongkrong dengan teman-temannya, ya kita openlah," kata Tengku. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved