PSMS ISL
40 Pemain ISL Layak Dipertahankan
Lebaran telah usai,namun persoalan yang menggeluti PSMS Medan yang berkompetisi Indonesia Super League (ISL)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lebaran telah usai,namun persoalan yang menggeluti PSMS Medan yang berkompetisi Indonesia Super League (ISL) juga tidak berlalu bergitu saja. Kisruh pemilihan ketua umum (ketum),belum terlunasinya gaji pemain hingga masa depan tim berjuluk "Ayam Kinantan" di laga berikutnya masih buram.
Carateker Pelatih PSMS Medan Suharto AD mengungkapkan, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai tim untuk menatap kompetisi di musim depan. Apalagi kontrak pemain musim 2011/2012 akan berakhir pada 27 Agustus nanti. Kendati begitu, menurut pelatih berkepala plontos ini ia sudah mempersiapkan catatan berupa evaluasi tim secara keseluruhan.
"Kalau evaluasi sudah dipersiapkan mulai dari pemain, masalah belum terlunasinya gaji, semuanya sudah dievaluasi, kapan saja manajemen perlu akan diberikan. Kalau saat ini mau dikasihkan kemana?," imbuh dia kepada Tribun,Kamis (23/8).
Menurut Suharto,evaluasi di tubuh PSMS Medan harus dilakukan, karena jika dibiarkan berlarut-larut diprediksi Ayam Kinantan akan hancur." Memang suatu klub itu butuh dana, tapi kalau situasi seperti ini dibiarkan berlarut-larut PSMS Medan akan hancur," jelasnya. Dalam evaluasi yang dibuat Suharto, beberapa poin penting khususnya pemain juga dilakukan dengan teliti.
Artinya kebangkitan PSMS Medan kedepan juga dipengaruhi dari pemain-pemain yang akan memperkuat PSMS di musim depan. " Ada sebanyak 40 persen pemain lokal yang masih layak dipertahakan untuk musim kompetisi mendatang dan 60 persen sisanya harus ada perubahan," ungkapnya.
Suharto sendiri belum mau merinci siapa saja pemain yang masih layak dipertahakan, namun dari 40 persen pemain yang dipertahakan meliputisi posisi striker,geladang dan bek. " Kalau untuk pemain-pemain asing itu semua tergantung dengan manajemen," imbuh dia. Apalagi beberapa pemain asing diantaranya Kapten tim Sasa Zecevic, Ifekpua Osas M Saha,Natsja Ceh,Shin Hyun Joon ada yang layak dipertahakan.
Disinggung mengenai apakah masih mau menukanggi PSMS Medan di musim mendatang. Suharto tidak menampik keinginannya untuk terus memperkuat Ayam Kinantan. " Kalau jiwa saya selalu ada untuk PSMS Medan sudah 10 tahun saya di PSMS, tapi kalau situasinya seperti ini akan ada pertimbangan-pertimbangan yang matang," ungkapnya seraya mengatakan, sebagai pelatih, tidak bisa berbuat banyak karena melihat situasi saat ini yang semakin sulit.
"Pelatih hanya menetralisir atau menjembatani antara pemain dengan manajemen. Kita terus mendesak manajemen untuk segera berbuat sesuatu untuk menyelesaikan permasalahan ini, tapi memang sampai sekarang belum kepastinya yang pasti," tandasnya.
(aya/tribun-medan.com)