News Analysis

Muslim Muis
Ketua Umum Pusat Study Hukum Dan Pembaharuan Peradilan (Puspa)

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN--Jangan sampai tidak ada kepastian hukum begini. Karena kalau secara opini dianggap bersalah, itu bahkan lebih berbahaya. Jangan sampai status Rahudman digantung tidak jelas. Ini negara hukum. Kalau memang tidak terbukti bersalah, seharusnya segera SP3. Tapi kalau terbukti, ya harus dilanjutkan.
Rahudman juga kalau bisa secara gentleman, mengajukan langsung dan aktif terhadap statusnya. Jadi tidak berlarut-larut jadi perbincangan  masyarakat. Kalau memang merasa tidak melakukan apa-apa dan tidak terbukti, beliau harus aktif meminta statusnya kepada kejaksaaan. Dan sebaliknya, kalau terbukti bersalah, ya secepatnya juga dilimpahkan kasusnya ke pengadilan.
Masyarakat kita sekarang sudah cerdas melihat persoalan ini. Tapi masalahnya justru aparat hukum kita yang tidak cerdas. Terkesan sekarang seolah-olah Rahudman sudah bersalah. Harusnya kan tidak digantung seperti itu. Sekali lagi, seperti saya katakan diatas, opini yang berkembang di masyarakat itu jauh lebih berbahaya.
Kalau Rahudman berani aktif dan tidak menunggu proses penyidikan saja, saya kira dia bisa dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat. Apalagi masyarakat memang menunggu kejelasan statusnya sekarang ini. Makanya harus gentleman. Dan aparat hukum juga harus cerdas.

(ers/tribun-medan.com)