Sekolah Bintang Lima Harga Kaki Lima

SMA Iskandar Muda memang mengusung konsep dasar Yayasan Sultan Iskandar

Laporan wartawan Tribun Medan/Wiwi Deriana

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - SMA Iskandar Muda memang mengusung konsep dasar Yayasan Sultan Iskandar Muda sebagai sekolah multiculture. 

Inti dan jiwa pendidikan dari multiculture untuk memberikan kesempatan pendidikan yang sama tanpa mempedulikan latar belakang siswanya. Setiap anak boleh sekolah disini dan mendapatkan fasilitas yang lengkap tanpa mempedulikan mereka berasal dari keluarga kaya atau miskin, dari agama mana dan dari suku mana.

"Sering disebut sekolah kita ini adalah sekolah bintang lima harga kaki lima, " ujar Board of Director YPSIM, Tracey Yani Harjatanaya.

Disini diajarkan cara berinteraksi dengan orang lain, mengajarkan toleransi dan banyak hal lainnya sehingga tidak hanya akademi yang bagus namun kualitas diri dan sosialnya juga bagus.

Untuk anak kurang mampu, di yayasan juga diadakan program anak asuh silang berantai yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan.  Alasan kenapa dinamakan silang berantai karena pemasangan orangtua asuh dan anak asuh silang. Dimana bila orangtua asuhnya beragama islam anak asuhnya beraga hindu atau kristen. Dan bila orangtua asuhnya suku batak maka anak asuhnya suku tionghoa dan begitu seterusnya.  Diharapkan juga  anak asuh yang sudah lulus dan sukses bisa mengambil anak asuh lagi.

"Bagi yang tidak lolos anak asuh diberikan  pengurangan uang sekolah. Jadi, setiap orangtua dan anak diberi pemberitahuan, dengan membayar penuh brarti sudah membantu temannya untuk sekolah, " kata Tracey.


 (der/tribun-medan.com) 
Penulis:
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved