Galeri Perjuangan Sisingamangaraja XII Diresmikan Di Museum Batak
Sejarah perjuangan Raja Batak dan pahlawan nasional dari tanah Toba, Sumatera Utara Sisingamangaraja XII, melawan
TRIBUN-MEDAN.com, TOBASA - Sejarah perjuangan Raja Batak dan pahlawan nasional dari tanah Toba, Sumatera Utara Sisingamangaraja XII, melawan penjajahan oleh Belanda kini dituangkan dalam bentuk galeri dan lukisan. Jenderal (purn) TB Silalahi menempatkan galeri yang dinamai The Battle Of Sisingamangaraja XII itu di lantai II Museum Batak di TB Silalahi Center, Balige, Tobasa, Provinsi Sumut.
Peresmian galeri ini dilaksanakan dengan menghadirkan keturunan Raja Sisingamangaraja XII, Raja Tonggo, yang sekaligus dilaksanakan acara adat dan pagelaran seni lokal, Sabtu (19/1/2013). Berbagai pertunjukan kesenian termasuk tor-tor dari perwakilan sekolah di Kawasan Danau Toba dihadirkan. Termasuk tor-tor, tumba, dan lagu-lagu perjuangan Bangsa Batak.
Disampaikan TB Silalahi, galeri tersebut dibuat untuk menggambarkan sejarah perjuangan Sisingamangaraja XII melawan Belanda. Dan digambarkan, bagaimana ia sendiri melakukan perlawanan dan melumpuhkan penjajahan Belanda. Bahkan, ia juga tertembak saat melakukan perlawanan kepada penjajah. Namun tidak mengalami luka berarti.
Disampaikan juga, bahwa sebelumnya Sisingamangaraja XII pernah berlatih perang ke Aceh selama 15 tahun. "Juga belajar agama Islam di sana, tapi dia bukan penganut agama Islam. Raja Sisingamangaraja XII selalu mengakui bahwa dia adalah pemimpin satu agama, Parmalim," ujarnya. Dan disampaikannya juga, dalam stempel Sisingamangaraja XII ada aksara batak dan sebagian ada tulisan Arab. Yang artinya "Akulah Sisingamangaraja Dari Bakkara", dan pulang dari Aceh, dibawa 31 pengawal yang notabene adalah orang Aceh.
Sebagai pertanda Raja Sisingamangaraja adalah raja sekaligus pemimpin agama, disebut "Raja Bolon Ulubalang". Yang ditandai dengan ikatan penutup kepala dengan kombinasi warna merah, dan putih. Meliuk di kepala seperti sebuah sanggul, menutup kepala.
Pada peresmian galeri ini, disampaikan juga adanya satu lukisan perjuangan Sisingamangaraja dalam ukuran besar, dan dilukis pelukis ternama dari China. Dan langsung dihadirkan di Sumatera Utara untuk melihat langsung kondisi ke kinian Sumut. "Ku bawa dia (pelukis) keliling asal usul perjuangan bangsa Batak," ujarnya.
Kemudian, dalam proses melukis, TB Silalahi banyak menceritakan perjuangan raja batak itu kepada sang pelukis. "Lukisan ini berbiaya Rp 1,5 miliar, dan menjadi lukisan kedua tentang Raja Sisingamangaraja XII," ujarnya.
Disinggungnya dengan pemberian nama galeri dalam bahsa Inggris, karena ia berharap dengan demikian, galeri tersebut akan mendunia. Sebagaimana Museum Batak yang diresmikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 18 Januari 2011 silam telah menduia. "Orang-orang batak di dunia telah bangga memiliki museum batak ini, semoga dengan ini akan semakin besar potensi kunjungan wisatawan ke daerah ini," ujarnya.
(afr/tribun-medan.com)