Apa Itu Blackout System?
Apa Itu Blackout System? Pada operasi dan perencanaan sistem tenag
Tayang:
Editor:
Muhammad Tazli
Laporan Wartawan Tribun Medan : Eris Estrada
TRIBUN-MEDAN.com,
MEDAN- Apa
Itu Blackout System? Pada operasi dan perencanaan
sistem tenaga, kestabilan tegangan menjadi salah satu isu utama karena hal ini
sangat berkaitan erat dengan masalah keandala dan keamanan sistem. Kestabilan
tegangan adalah kemampuan sistem tenaga untuk menjaga kondisi tegangan di
setiap bus pada suatu nilai yang dapat diterimadalam kondisi operasi normal dan
setelah gangguan. Jika terjadi ketidakstabilantegangan maka dapat memicu
terjadinya keruntuhan/ penurunan tegangan ( Voltage Collapse) yang berakibat
pemadaman total (Black Out).
Kestabilan sistem tenaga
listrik harus dipertahankan dan dijaga untuk menjamin keberadaan dan
menghindarkan terjadinya padam total (blackout) pada suatu sistem tenaga
listrik. Memastikan kecepatan kerja
sistem proteksi untuk melokalisir gangguan dan skema pelepasan beban oleh under
frequency relay merupakan cara yang umum digunakan oleh pengelola sistem PLN
untuk menghindari terjadinya ketidakstabilan sistemnya. Namun demikian masih
dibutuhkan proteksi lain yang digunakan khusus untuk mengamankan sistem maupun
peralatan (misalnya generator) bila ketidakstabilan sistem muncul sebagai
akibat dari lemahnya sistem tersebut atau mala kerja sistem proteksi, yaitu
dengan penggunaan out-of-step relay.
“Maka ketika terjadi
Blackout di Belawan, semua provinsi yang bergantung di kita juga ikut mati.
Termasuk di Aceh dan juga Riau. Kan disini pusatnya,” papar Kepala PLN Sektor Belawan, Rodi Cahyawan kepada Tribun, Senin (18/3) di Medan.
Penyebab blackout system yang mengakibatkan listrik padam di seluruh wilayah Sumatera
Bagian Utara (Sumbagut). Mulai daeri Aceh, Sumut hingga Pekanbaru Riau, Senin
(18/3) belum juga terdeteksi secara pasti. Listrik memang sempat padam sejak
pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB. PLN Sumbagut hanya memastikan kelebihan
penggunaan daya di ketiga provinsi ini diperkirakan menjadi penyebab hilangnya
sekitar 1000 Megawatt (MW) pasokan listrik secara mendadak. Padahal ketersediaan
cadangan daya listrik di Sumut ternyata sudah minus sekitar 260 MW saja. Angka
ini muncul dari cadangan daya ideal yakni 400 MW dikurangi daya cadangan yang
tersedia yakni 140 MW. Sedangkan daya tersedia hanya 1.560 MW dikurangi beban
puncak 1.420 MW. (ers/tribun-medan.com)